Home / Buru

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:30 WIB

Operasi Senyap Bongkar Jaringan Narkoba Di Buru Oknum Polisi Dan Tentara Diringkus

NAMLEA, SRN -Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku dan Unit Reserse Narkoba Polres Buru membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Pulau Buru. Dalam operasi senyap yang digelar di sejumlah titik, enam orang diamankan, termasuk dua oknum aparat dari TNI dan Polri.

Pengungkapan kasus bermula dari operasi di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Senin (9/2/2026) dini hari. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan lima orang terduga pelaku.

Mereka adalah DA berpangkat Sersan Kepala (Serka) dan Brigpol ES. Selain dua oknum aparat, polisi juga menahan tiga warga sipil masing-masing berinisial HN, A, dan A. Ketiganya disebut berprofesi sebagai pembeli emas dan diduga turut terlibat dalam peredaran narkoba.

Oknum Aparat Jalani Pemeriksaan

Serka DA yang bertugas di Polisi Militer Namlea telah diserahkan ke Subdenpom Namlea dan selanjutnya dibawa ke Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Brigpol ES yang berdinas di Polres Buru Selatan masih diperiksa penyidik guna mendalami peran dan keterlibatannya. Informasi yang beredar menyebutkan, yang bersangkutan diduga pernah terseret kasus serupa sebelumnya.

Tiga tersangka sipil juga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat penegak hukum.

Bandar Sabu Diciduk di Waeapo

Dari hasil pengembangan kasus, aparat kembali menangkap seorang terduga bandar sabu berinisial I alias Aca di kawasan Ponton Airmandidi, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Senin malam (16/2/2026).

Dari tangan pelaku, petugas menyita satu paket sabu berukuran besar dalam plastik bening serta 21 paket kecil yang diduga siap edar.

Hingga Rabu (18/2/2026), belum ada keterangan resmi dari Polda Maluku terkait pengungkapan jaringan narkoba tersebut. Upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Kombes Pol Rositah Umasugi dan Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Indra Gunawan belum mendapat respons.

Baca Juga  Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Nataru 2025–2026, Pastikan Masyarakat Aman dan Nyaman

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jajaran pimpinan Polda Maluku tengah mengikuti rapat internal dalam beberapa hari ke depan.

Praktisi Hukum Desak Transparansi

Belum terbukanya informasi resmi dari kepolisian menuai sorotan. Praktisi hukum Marnex Ferison Salmon mendesak aparat bersikap transparan, terlebih kasus ini melibatkan oknum penegak hukum.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jika memang ada oknum TNI dan Polri yang terlibat, harus disampaikan secara terbuka. Proses hukumnya juga harus jelas dan tidak boleh ada perlakuan khusus,” tegas Marnex.

Ia juga meminta agar status hukum para pelaku segera diumumkan secara resmi, termasuk pasal yang disangkakan serta ancaman hukuman yang dikenakan.

“Publik berhak mengetahui perkembangan kasus ini. Apalagi jika oknum yang terlibat pernah terseret perkara serupa, maka harus diproses secara transparan,” pungkasnya. ( Dhet ).

Share :

Baca Juga

Buru

Waka Polres Buru Lepas Bantuan Bakti Sosial dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Buru

Apresiasi KNPI Kabupaten Buru, Langkah Strategis Kodim 1506 Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Buru Selatan.

Buru

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., Salurkan Bantuan ke Warga Masihulang, Seram Utara, Pasca Bentrok Sosial

Buru

Bupati Kab. Buru Ikram Umasug,i SE Lakukan Kunjungan ke Ketua Komisi III DPR RI

Buru

Polwan Polres Buru Gelar Bakti Kesehatan Sambut HUT ke-77 Polwan RI

Buru

Wakapolres Buru Pimpin Rapat Implementasi Program Prioritas Kapolda Maluku

Buru

Diduga Koperasi Mempekerjakan WNA di Kawasan Gunung Botak

Buru

Zero Narkoba Sedari Awal, 2 Tahanan Baru Lapas Namlea Dites Urin

Contact Us