MALUKU, SRN – Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kepulauan Tanimbar kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai proyek industri skala besar, melainkan sebagai fajar baru bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Perubahan paradigma ini tidak lepas dari pendekatan humanis dan kerja keras jajaran TNI-Polri di bawah komando Pangdam XV/Pattimura, yang bergerak cepat bersinergi dengan langkah taktis Pemerintah Provinsi Maluku melalui Satgas Tim Terpadu.

Lewat komitmen kuat dan pendekatan yang menyentuh hati, integrasi kerja antara Pemprov Maluku dan TNI-Polri berhasil menjembatani berbagai pihak. Dalam waktu yang relatif singkat, seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait kini bersatu padu mendukung penuh realisasi proyek vital ini.
Sebelumnya, kekhawatiran dan ketidakpastian sempat membayangi sebagian warga terkait dampak pembangunan mega proyek ini terhadap ruang hidup dan tatanan tradisi mereka. Menyadari sensitivitas tersebut, Pemprov Maluku langsung tancap gas mengoordinasikan regulasi dan jaminan hak-hak masyarakat, sementara Pangdam menginstruksikan jajarannya untuk mengedepankan komunikasi sosial yang dialogis, persuasif, dan sangat menghormati kearifan lokal.
Kolaborasi ini terlihat sangat kuat di lapangan. Ketika personel TNI-Polri turun langsung, tinggal bersama masyarakat, dan duduk bersila dalam kesetaraan bersama para pemangku adat, tim teknis dari Pemprov Maluku juga hadir membawa solusi konkret terkait administrasi dan program pemberdayaan. Di dalam kehangatan rumah-rumah warga, kedua instansi ini aktif mengedukasi mengenai dampak positif jangka panjang Blok Masela, sekaligus meyakinkan bahwa pembangunan ini tidak akan menggerus identitas mereka, melainkan mengangkat harkat dan kesejahteraan ekonomi keluarga di Tanimbar. ( Dhet ).









