Kota Tangerang, srn – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur kewilayahan, serta personel BPBD ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam melakukan kajian dampak bencana, penilaian kerusakan dan kerugian, serta penyusunan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. JITUPASNA merupakan instrumen penting yang digunakan sebagai dasar penyusunan rencana pemulihan pascabencana secara terukur dan akuntabel.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, SSTP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemampuan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami metodologi pengkajian, melakukan identifikasi kebutuhan secara tepat, serta menyusun rekomendasi yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
“Melalui Bimtek JITUPASNA ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama dalam melakukan kajian pascabencana sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait konsep dasar JITUPASNA, teknik pengumpulan data lapangan, analisis dampak bencana, perhitungan kebutuhan pascabencana, hingga penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Peningkatan kapasitas ini penting untuk menghasilkan rekomendasi pemulihan yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.
BPBD Kota Tangerang berharap melalui pelaksanaan Bimtek JITUPASNA, koordinasi lintas sektor dalam penanganan pascabencana dapat semakin kuat sehingga masyarakat terdampak memperoleh layanan pemulihan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan sesuai prinsip pembangunan yang lebih baik, lebih aman, dan tangguh terhadap bencana.
( red )









