Tangerang, Suararepubliknews – Karyawan PT BSM masih terus menggelar orasi di depan gerbang perusahaan, Rabu, 11 Juni 2025. Aksi unjuk rasa ini dibuka dengan dzikir dan doa, sebagai bentuk kepasrahan dan harapan karyawan agar tuntutan mereka didengar oleh perusahaan.
Jerry, selaku korlap, menyampaikan bahwa karyawan hanya menuntut hak mereka yang telah lama tertunda, yaitu status PKWT menjadi PKWTT dan tidak dialihdayakan ke outsourcing.
Ia meminta pihak perusahaan untuk membuka mata hati dan memberikan hak-hak karyawan yang telah lama dinanti.
“Kami tidak menuntut apapun selain hak-hak kami yang telah dijanjikan. Kami hanya ingin diperlakukan dengan adil dan mendapatkan hak-hak kami sebagai karyawan,” kata Jerry.
Aksi orasi ini dikawal ketat oleh Kapolsek Panongan, Iptu Jonathan Martepua Sirait, beserta jajarannya. Kapolsek menghimbau kepada karyawan untuk tetap menjaga kondusifitas dan memarkir motor di tempat yang telah disediakan.
Sementara itu, Apen, selaku ketua PPC, meminta perusahaan untuk segera memberikan hak-hak karyawan dan memberikan kenyamanan kerja. Ia juga menyinggung adanya provokator di balik aksi orasi ini.
Tokoh agama, Abi Drazat Muhtadi, hadir memberikan doa agar pihak perusahaan membuka hatinya dan memberikan hak-hak karyawan. Sementara itu, Kades Ciakar, Muhamad Nurjaeludin/Uyu, juga hadir sebagai pemangku kebijakan.
Ia berjanji akan mensurati PT BSM dan mengecek ijin legalitas perusahaan.
Beberapa perwakilan karyawan menyampaikan rasa terima kasih dan besar harapan kepada Lurah Ciakar untuk menjembatani pertemuan dengan pemilik perusahaan, Handoyo.
Namun, sampai berita ini ditayangkan, pimpinan PT BSM tertutup untuk media. Aksi orasi ini akan tetap berjalan jika perusahaan tidak memenuhi tuntutan karyawan. (Neni)











