Home / Buru

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:26 WIB

SMAN 1 Namlea Buru Dukung Program GAMAS BKKBN, Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Bangun Anak Lebih Percaya Diri

Buru, Suararepubliknews.com – Suasana hari pertama masuk sekolah di SMAN 1 Namlea atau SMANSA 1 Buru tahun ini terasa berbeda. Sejak pagi, deretan ayah tampak berjalan berdampingan dengan anak-anak mereka menuju gerbang sekolah, menghadirkan pemandangan yang hangat sekaligus penuh makna.

Momen sederhana itu bukan sekadar tradisi awal tahun ajaran. Kehadiran para ayah merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS), sebuah program nasional yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memperkuat peran ayah dalam kehidupan dan pendidikan anak.

Program tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya dimulai ketika bel berbunyi. Pendidikan sesungguhnya lahir dari rumah, tumbuh melalui perhatian orang tua, dan semakin kuat ketika ayah ikut hadir mendampingi setiap langkah anak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, pemerintah juga memberikan fleksibilitas atau dispensasi jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini membuka ruang agar para ayah dapat mengantar anak ke sekolah tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai pegawai.

Di lingkungan SMANSA 1 Buru, semangat itu langsung terlihat sejak pagi. Puluhan ayah datang bersama putra-putri mereka, mengantar hingga ke gerbang sekolah dengan wajah penuh kebanggaan.

Ada yang menggenggam tangan anaknya hingga pintu masuk sekolah. Ada pula yang menyempatkan diri berfoto bersama sebelum berpisah, sementara sebagian lainnya memberikan pelukan dan pesan singkat agar anak tetap semangat menjalani tahun ajaran baru.

Kehangatan seperti itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, bagi seorang anak, perhatian dari ayah dapat menjadi kenangan yang bertahan jauh lebih lama.

Kepala SMANSA 1 Buru mengatakan bahwa GAMAS memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah.

Baca Juga  Para Penambang Peti Di Arieal Dusun Warangsihat Dikosongkan Oleh Polres Buru.Kapolres Akan Menindak Tegas Apabila Ada Kegiatan

Menurutnya, kehadiran ayah memberikan rasa aman, dukungan emosional, sekaligus membangun kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.

Ia menjelaskan bahwa anak yang merasa didukung oleh kedua orang tuanya cenderung lebih siap menghadapi tantangan, lebih percaya diri berinteraksi dengan teman maupun guru, serta memiliki semangat belajar yang lebih baik.

Karena itu, keterlibatan ayah dalam pendidikan tidak boleh dipandang sebagai pelengkap. Peran tersebut merupakan bagian penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketangguhan anak sejak dini.

Program GAMAS juga menjadi pesan kuat bahwa pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah dan ibu memiliki peran yang sama penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Semangat kebersamaan itulah yang ingin terus dibangun melalui gerakan ini. Kehadiran ayah, meski hanya beberapa menit sebelum bel sekolah berbunyi, mampu memberikan energi positif yang luar biasa bagi anak.

Antusiasme juga datang dari para siswa. Salah seorang peserta didik baru mengaku merasa bangga karena diantar langsung oleh ayahnya ke sekolah pada hari pertama.

Baginya, momen tersebut membuat rasa gugup berkurang. Ia merasa lebih tenang sekaligus semakin bersemangat untuk memulai perjalanan sebagai siswa SMA.

Perasaan serupa juga disampaikan salah seorang ayah yang berprofesi sebagai ASN di Kabupaten Buru. Ia mengaku bersyukur adanya kebijakan dispensasi jam kerja sehingga dapat meluangkan waktu khusus bersama anak.

Menurutnya, kesempatan sederhana seperti mengantar anak ke sekolah ternyata menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Anak berangkat dengan wajah ceria, sementara dirinya merasa memiliki kedekatan emosional yang semakin kuat.

Di balik suasana hangat itu, tersimpan pesan yang sangat penting. Anak tidak selalu membutuhkan hadiah yang mahal atau fasilitas yang mewah.

Baca Juga  KASUS DANA PILKADA BURU Rp33,3 MILIAR Mandek: PUBLIK DESAK KPK DAN KEJAGUNG TURUN TANGAN

Sering kali, yang mereka butuhkan hanyalah kehadiran orang tua. Beberapa menit kebersamaan sebelum masuk kelas bisa menjadi suntikan semangat yang membekas sepanjang hari.

Melalui GAMAS, BKKBN ingin menumbuhkan budaya baru bahwa ayah bukan hanya pencari nafkah. Ayah juga merupakan sahabat, pendamping, sekaligus teladan utama bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Keluarga yang harmonis diyakini akan melahirkan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

SMANSA 1 Buru pun berharap semangat tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Sekolah ingin keterlibatan ayah menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan keluarga.

Harapannya sederhana, namun memiliki dampak besar. Ayah dapat meluangkan waktu secara rutin, baik untuk mengantar, menjemput, maupun sekadar menemani anak berdiskusi mengenai kegiatan belajar di sekolah.

Langkah kecil itu diyakini mampu mempererat hubungan dalam keluarga sekaligus membangun rasa percaya diri anak dari hari ke hari.

Ketika ayah hadir, anak merasa dihargai. Ketika anak merasa dihargai, mereka tumbuh lebih percaya diri. Dan ketika keluarga berjalan bersama, sekolah pun memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mencetak generasi masa depan.

Dari gerbang sederhana di SMAN 1 Namlea, sebuah pesan besar kembali ditegaskan. Membangun generasi emas tidak selalu dimulai dari program yang rumit.

Kadang, semuanya berawal dari satu langkah yang sangat sederhana: seorang ayah yang meluangkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah.

(Dhet)

Share :

Baca Juga

Buru

Mulai Tercium 5 Nama Anggota DPRD Dibalik Rencana Pengambilan Sampel Di Sungai Anhoni Gunung Botak

Buru

Diduga Gelapkan Dana BOSP Dan KIP Ratusan Juta Rupiah.APH Dimintah Tegas dan pemeriksa mantan kepsek SD Negri 3 waelata (Susanti)

Buru

3 Fakta Kontroversi Plt Direktur RSUD Buru vs Bupati Soal Jabatan, Benarkah Melanggar?

Buru

Kapolres Buru dan Tim Polda Maluku Tinjau Pengamanan Gunung Botak, Pastikan Penertiban PETI Berjalan Humanis dan Terukur

Buru

Kapolres Buru Pimpin Rapat Kesiapan Panen Raya Jagung Serentak dalam Rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Buru

Raja Kaiely Lantang Bersuara: Tunda Penertiban Gunung Botak Sekarang Juga, Keadilan Adat Tak Bisa Ditawar Lagi

Buru

Bupati Kab. Buru Ikram Umasug,i SE Lakukan Kunjungan ke Ketua Komisi III DPR RI

Buru

Waka Polres Buru Lepas Bantuan Bakti Sosial dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Contact Us