Kab. Tangerang –Suara Republik News. Seorang perempuan asal Kampung Kp.Malaka Rt 010/003, Desa, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dilaporkan terlantar di sebuah penampungan di Riyadh, Arab Saudi.
Perempuan bernama Lisnawati(36) itu diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
Berdasarkan keterangan keluarga, Lisna berangkat pada 24 Mei 2026 melalui seorang perantara yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri. Keberangkatan tersebut dilakukan dengan harapan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
\
Namun, setelah tiba di negara tujuan, pekerjaan yang diterimanya diduga tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Saat menjalani pekerjaan di Arab Saudi Riyad , Lisna mala di suruh bekerja tiga rumah.maka Lisna mengadu kepada suami telepon sedang sakit dan kini berada di penampungan sambil menunggu proses pemulangan.
Suami korban, Adi, mengungkapkan bahwa istrinya sempat menghubunginya melalui sambungan telepon dan menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke Indonesia.
“ pemeriksaan medis di Riyadh, istri saya dinyatakan sakit. Saat ini dia berada di penampungan dan sangat ingin pulang ke tanah air,” ujar Adi, Jumat Agustus 2026.
Menurutnya, sebelum berangkat ke luar negeri, Lisna telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Indonesia dan dinyatakan sehat tanpa kendala medis. Namun, hasil pemeriksaan di Arab Saudi menunjukkan kondisi yang berbeda.
Adi” juga menjelaskan bahwa istrinya berangkat menggunakan paspor wisata dengan janji akan ditempatkan sebagai asisten rumah tangga. Akan tetapi, setibanya di wilayah penempatan kerja, pekerjaan yang diterima tidak sesuai dengan informasi yang diberikan sebelumnya.
Akibat kondisi tersebut, Lisna memutuskan untuk berhenti bekerja dan akhirnya berada di penampungan.
Korban kini berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan bantuan untuk dapat kembali ke Indonesia serta memperoleh penanganan medis yang layak.
Keluarga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk memfasilitasi pemulangan Lisna ke tanah air.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sponsor berinisial M disebut terlibat dalam proses keberangkatan korban belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.
Holid/team)










