Home / Tak Berkategori

Jumat, 27 Januari 2023 - 15:04 WIB

Ini Pernyataan Raja Kaiely Soal Penertiban Peti Gung Botak

Lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak  di wilayah Desa Persiapan Wabsaid petuanan Kaiely kabupaten Buru ,Maluku. Kamis ,26/1/2023.

Namlea ,Suararepubliknews.com-Personil gabungan TNI-Polri bersama  Satpol-PP Pemda Buru kembali sisir para penambang liar yang melakukan aktifitas di tambang emas ilegal gunung Botak yang berada di wilayah administrasi desa persiapan Wabsaid petuanan Kaiely kabupaten Buru ,Maluku. Kamis ,26/1/2023.

Dalam penertiban kali ini Kabag OPS Polres Pulau Buru ,AKP Uspril W.Futwembun ,S,Sos.,M.H ,

Memimpin langsung giat penertiban dengan kekuatan berjumlah 255 personel dengan tugas mengosongkan para penambang liar dari lokasi PETI gunung botak dan pemusnahan alat alat kerja milik para penambang.

Giat tersebut sesuai  Surat perintah Kapolres Pulau Buru ,Nomor : SPRIN  / 30 / OPS .1.3/ 1/2023 , Tanggal ,25 /Januari 2023.

” Ibu Ati dalam keterangannya ketika ditemui media sewaktu meninggalkan gunung botak ,dirinya sangat berharap kepada pak presiden ,Joko Widodo agar tambang ini tidak ditutup tapi dibiarkan kepada kami masyarakat kasihan bisa bekerja guna memenuhi kebutuhan anak anak kami .

Ibu Ati keseharian hanya berdagang kacil-kacilan di gunung menyampaikan dengan penghasilan bisa menutupi kebutuhan biaya sekolah dan biaya kuliah anaknya .

Walaupun hanya berjualan keliling namun Alhamdulillah hasilnya lumayan dan ia sangat kuatir sekali jika Tambang emas hari ini ditertibkan ,jujur beta mau cari uang lagi kemana?.

“Pantauan media ini melaporkan dari lokasi PETI ,Para Penambang berbondong-bondong meninggalkan areal PETI gunung botak dengan berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya seperti mesin alkom ,mesin lampu dan lain-lain dengan cara diangkut dengan motor .

” Para penambang meninggalkan areal PETI gunung botak menempuh dua lokasi ,lokasi Anahoni dan lokasi jalur D Desa Wamsait .

“Sebelum aparat gabungan tiba di lokasi  para penambang telah mengosongkan areal tambang yang terlihat hanya  tenda-tenda biru ,bak-bak rendaman ,mesin dompeng bak-bak penampungan air ,asbuk dompeng dan pipa -pipa dompeng dan talang-talang tembak larut

” Ratusan tenda tenda biru ,serta kolam milik para penambang berhasil di musnahkan dengan cara dibakar oleh para aparat gabungan sedangkan bak rendaman terpalnya dikasih rusak dengan cara dilubangin .Bahkan pemusnahan Bak rendaman milik YN, aparat gabungan menggunakan mesin senso.

“Namun di bekerapa tempat di lokasi PETI gunung botak hampir semua asbuk dompeng dan tembak larut dan bak penampungan air , paralon maupun gabang masih terbentang sana sini  tidak musnahkan .

” Kondisi ini terlihat di lokasi  tanah merah ,tujuh dompeng yang berjejer di situ  diduga milik bos inisial L ,inisial MN , inisial YS,

,Inisial B asal Bali dan Oknum inisial NT serta bos FM.asal Jawa dan bak penampungan air tidak disentuh alias dimusnahkan

” Hal yang sama juga terlihat di gunung batu dan gunung kapur dompeng diduga milik oknum inisial ,AU dan Inisial E areal gunung kapur termasuk bos inisial Wawan asal  Sulawesi.

Sementara seorang ibu yang ditemui Korantekad Id-, enggan namanya disebut mengatakan tenda -tenda para penambang jenis kodok-kodok dibakar , termasuk beta punya sementara banyak alat -alat dompeng , tembak larut dan bak rendaman para bos tidak musnahkan .

.keluh ” sumber .

” Terkait penertiban areal PETI gunung botak petuanan Kaiely ,Raja Abdullah Wael kepada media-Selaku raja memberikan apresiasi  sebesar- besarnya  terhadap Pemda Buru dan Pihak TNI- Kepolisian Polres Pulau Buru yang telah berhasil melaksanakan penertiban  dengan lancar dan aman .

Tetapi menurutnya ,bila penertiban dengan tujuan mengamankan kepentingan tertentu maka selaku raja petuanan Kaiely dirinya bersama para tokoh adat petuanan Kaiely akan melakukan penolakan apalagi kepentingan perusahaan terkait IUP ( Ijin usaha pertambangan ) tegas ,” Abdulah Wael di melalui pembicaraan WhatsApp.

Sambungnya ,Saya selaku pribadi dan raja petuanan Kaiely mewakili para tokoh adat dan para bapa Soa mengharapkan sangat kepada pemerintah pusat agar mempercepatkan proses IPR ,Ijin Pertambangan Rakyat agar masyarakat bisa bekerja dengan aman guna mencukupi kebutuhan keseharian mereka apalagi paska  Covid-19 .

Tetapi apabila penyisiran kemarin dan seterusnya untuk tujuan tertentu apalagi soal perusahaan ,saya tegaskan ,selaku raja petuanan Kaiely bersama para tokoh dan semua masyarakat petuanan Kaiely akan menolaknya. Ucap ,”Abdullah Wael sangat tegas terdengar tegas disemberang sana .Perkataan menolak disampaikan berulang-ulang kepada media ini-,.

Pasalnya ,setiap rapat yang melibatkan beberapa OPD dan komponen adat dari petuanan Liliali dan Fineleisela yang dilakukan pemda selama ini terkait dengan pertambangan di kabupaden Buru tidak pernah melibatkan Raja Petuanan Kaiely .

dan selaku raja ,saya pertanyakan ada apa ini .Ujar beliau kepada media SuaraRepublikNews.co. ( W )

Share :

Baca Juga

Persiapan Masa Purna: 59 Anggota Polri dan PNS Polda Maluku Kunjungi Keramba Ikan Walang Marthafons

Maluku

Wakapolda Maluku Apresiasi Peluncuran Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat
Komisi II DPRD Cimahi Sidak Pasar Atas Baru Terkait Isu Pedagang Sulit Beras

Maluku

Tim SAR Gabungan di Tual Berhasil Evakuasi Longboat Mati Mesin Berpenumpang 17 Orang dengan Selamat

Jawa Barat

Hidupkan Ekonomi Lokal, Jalan Siliwangi Jadi Etalase UMKM Selama Ramadan

Tapanuli Raya

Pemkab Humbang Hasundutan berikan Bantuan kepada Korban Rumah Tertimpa Pohon di Kecamatan Pakkat dan Parlilitan.
Finalis Putri Indonesia Perwakilan Sumut 2023 Tabitha Christabela boru Napitupulu, Kunjungi Sekolah SDN 173395 Dolok Sanggul
Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden RI Pada Penutupan Retret Kepala Daerah 2025

Contact Us