Home / Tangerang Raya

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:54 WIB

Berawal Dari Urusan Nilai, Seorang Guru di Kota Tangerang Hadapi Tuduhan Keji

Tangerang, Suararepubliknews – Tidak disangka berawal dari urusan nilai, wali murid tega menuduh  seorang guru dituduh melakukan pencabulan terhadap anak laki laki nya, akibatnya atas tuduhan tersebut  kini menimbulkan kegaduhan dimasyarakat. Ironisnya, bahkan salah satu saksi yang dicantumkan dalam laporan kepolisiannya tidak mengetahui peristiwa dugaan pencabulan itu.

‘Suammah’ (Wali murid) warga Cipete Moderland Kota Tangerang itu, melaporkan SY guru matematika ke Polres Metro Kota Tangerang atas tuduhan dugaan perbuatan cabul terhadap anaknya  RA (14) tahun yang hendak mengikuti remedial di tempat nya bersekolah SMP N 23 Kota Tangerang.

Kabar tentang dugaan pencabulan tersebut langsung dibantah oleh SY. Didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Santo Nababan. SH & Partners. Dalam siaran Pers nya menerangkan, kalau peristiwa itu tidak benar dan sebuah tuduhan keji.

Diuraikan, kejadian berawal saat wali murid bersama anak nya datang kesekolah untuk mengikuti remedial bahasa Indonesia, yang selanjutnya wali murid meminta kepada guru untuk memberikan nilai yang bagus kepada anaknya. Namun Guru meminta harus melalui test.

Lanjut, permintaan tersebut tidak langsung dituruti tapi harus mengikuti test ujian untuk mengetahui kemampuan siswa (RA) sampai akhirnya test selesai dan memberikan nilai 80 yang akhirnya ibu dan anak itu pulang dari sekolah dan tidak terjadi apa apa seperti yang dituduhkan.

“Kita tidak menyangka wali murid melakukan tuduhan sekeji itu, padahal saat mengikuti ramedial tidak ada terjadi seperti yang dituduhkan itu, karena ada didalam ruangan kelas yang kondisi tebuka dan didampingi oleh ibu siswa, yang sampai ujian pun berakhir dengan baik. bahkan salah satu saksi yang juga guru saat kita tanya dia tidak mengetahui peristiwa itu namun dirinya disebutkan sebagai saksi pelapor, ” ucap Santo Nababan, S.H yang kini ditunjuk oleh SY sebagai kuasa hukumnya, (23/07/2025).

Baca Juga  Hedonisme Birokrasi: Raker Pemkab Tangerang di Bandung, Revublik Bawakan "Selimut Tetangga"

Santo mengatakan, dalam peristiwa yang dituduhkan ini jelas sesuatu yang harus dibuktikan terlebih dahulu. Karena jika tuduhan tersebut tidak bisa dibuktikan, itu akan menjadi fitnah. Akhirnya banyak pihak yang akan dirugikan, termasuk SY dan lembaga pendidikan khususnya SMP N 23 saat ini.

“Saat ini yang paling penting yaitu masyarakat diharap tenang biarkan proses hukum berjalan. Kita menghormati setiap pihak karena kembali kepada prinsip “Equality Before The Law” Semua sama dimata hukum, jadi siapa yang mendalilkan maka harus dibuktikan, jika tidak bisa dibuktikan maka itu akan menjadi fitnah, karna menuduh dengan tidak bisa membuktikan, kita akan laporkan balik, ” ujar Santo.

Sementara itu laporan wali murid  telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Polres Metro Tangerang Kota. Masyarakat diharapkan agar tidak termakan isu sepihak, yang menimbulkan gelombang aksi dan akhirnya belajar mengajar di SMP N 23 kwatirnya sampai terganggu, ( red ).

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Bakti Sosial untuk Masyarakat: Yayasan Panca Budidarma Putra dan Yayasan Amazing New Begining Beraksi

Tangerang Raya

Polsek Cikupa Amankan Fun Run Komunitas di Citra Raya

Tangerang Raya

Pemain Dana Bank Berkedok Pengusaha Rayu Lansia 78 Tahun di Lippo Karawaci

Tangerang Raya

Wakil Presiden RI Tanam Jagung Kuartal IV di Tangerang Banten

Tangerang Raya

Dugaan Jual-Beli Kursi Siswa di SMAN 25 Kabupaten Tangerang: Nilai Tak Cukup, Uang Bicara?

Tangerang Raya

Diduga Oknum PNS Kemenhumkamam Tangerang Terlibat Pungli

Tangerang Raya

DLH Kota Tangerang Mengusung Tema “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih” Dalam Rangka Memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 2026.

Tangerang Raya

Forum Nadzir Wakaf Tingkat Desa dan Kelurahan Dikukuhkan, Sekda : Sebagai Ujung Tombak Dalam Mendorong Wakaf Lebih Produktif dan Bermanfaat

Contact Us