Cimahi, suararepubliknews.com – Santo Dominikus lahir di Spanyol pada tahun 1170 dan dikenal sebagai pendiri Ordo Pengkotbah (Ordo Dominikan), yang memiliki misi utama untuk mewartakan kebenaran dan melawan ajaran-ajaran sesat. Setelah wafatnya pada tanggal 6 Agustus 1221, Santo Dominikus diakui sebagai orang kudus dan dikanonisasikan pada tanggal 3 Juni 1234.

Setiap tahun, umat Katolik di seluruh dunia memperingati pesta Santo Dominikus pada tanggal 8 Agustus, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam menyebarkan iman dan kebenaran.
Yayasan Santo Dominikus: Menghidupi Semangat Sang Santo
Yayasan Santo Dominikus Cimahi, yang menaungi empat unit sekolah yakni TK Santa Theresia, SD Santa Maria, SD Santo Yusup, dan SMP Santo Mikael, merayakan pesta pelindungnya setiap tanggal 8 Agustus.

Pada Kamis, 8 Agustus 2024, yayasan ini kembali menggelar perayaan penuh khidmat untuk menghormati Santo Dominikus. Acara dimulai dengan perayaan Misa Syukur pada pukul 07.00 WIB, yang dipimpin oleh Pastor Stefanus Setyo Kriswandono, OAD.

Sebelum Misa, diadakan perarakan patung Santo Dominikus dari kapel biara Susteran OP menuju altar suci di lapangan sekolah yayasan, diikuti oleh para peserta didik, guru, dan staf yang telah berkumpul sejak pagi.

Dalam suasana penuh khidmat, perarakan ini menjadi simbol perjalanan spiritual komunitas dalam menghidupi nilai-nilai Santo Dominikus.
Homili: Menghidupi Nilai-Nilai Santo Dominikus
Dalam homilinya, Pastor Setyo menekankan pentingnya meneladani Santo Dominikus dalam kehidupan sehari-hari. “Santo Dominikus selalu mengutamakan doa, kejujuran, dan semangat belajar,” ujar Pastor Setyo.

“Kita semua diajak untuk mewartakan kebenaran, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Jangan pernah lupa untuk berdoa, baik saat belajar, makan, atau melakukan aktivitas apapun. Dengan doa, hidup kita akan selalu berada dalam naungan kasih Tuhan,” lanjutnya.

Pastor Setyo juga menyoroti pentingnya menghindari tindakan yang merugikan sesama, seperti bullying, dan mengajak para siswa untuk menjadi pribadi yang berperan dalam menyebarkan kasih Tuhan di manapun mereka berada.

Tahun ini, Yayasan Santo Dominikus mengadakan tahun “Praedicare,” yang berarti tahun pewartaan. “Kita semua dipanggil untuk mewartakan kebenaran dengan penuh sukacita dan kebahagiaan, meneladani Santo Dominikus yang tak pernah lelah untuk belajar dan berdoa,” tegas Pastor Setyo.
Refleksi Suster Valen: Menghidupi 6 SSD dan Motto Yayasan
Di akhir perayaan Misa, Suster M. Valentine, OP., A.Ma., yang akrab disapa Suster Valen, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara ini.

Ia menekankan pentingnya menghidupi nilai-nilai inti dari semangat Santo Dominikus, yang sering disebut sebagai 6 SSD: Memulai dari apa yang ada, Berdoa, Belajar, Demokrasi, Belarasa, Persaudaraan, dan Kegembiraan.

“Setiap siswa dibimbing untuk mengetahui hal-hal yang benar dan salah, serta selalu diingatkan untuk berkata dan bertindak dengan benar di manapun mereka berada,” ujar Suster Valen. Suster Valen juga menegaskan bahwa motto yayasan, “Veritas,” yang berarti kebenaran, menjadi pedoman bagi seluruh siswa dan staf dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan, siswa dibimbing untuk menemukan Sang Kebenaran Sejati, yaitu Tuhan.
Menginspirasi Generasi Muda melalui Teladan Santo Dominikus
Perayaan pesta Santo Dominikus di Yayasan Santo Dominikus menjadi momen yang sangat bermakna bagi seluruh peserta didik, guru, dan staf. Melalui acara ini, mereka diajak untuk meneladani hidup dan karya Santo Dominikus, yang selalu mengutamakan kebenaran, doa, dan belajar.

Semoga semangat Santo Dominikus terus menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang diberkati oleh Tuhan, yang siap mewartakan kebenaran dan menjadi cahaya di tengah dunia. (Stg)











