Home / Tak Berkategori

Selasa, 8 Oktober 2024 - 16:35 WIB

Geng Motor di Cimahi Ditangkap: Siarkan Langsung Aksi Penganiayaan di Media Sosial

Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus geng motor yang melakukan penganiayaan sambil menyiarkan aksinya secara langsung melalui platform media sosial

Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus geng motor yang melakukan penganiayaan sambil menyiarkan aksinya secara langsung melalui platform media sosial

Satreskrim Polres Cimahi Berhasil Tangkap Geng Motor yang Membuat Teror Lewat Konten Kekerasan di Media Sosial, Tiga Pelaku Ditangkap di Kebonkopi

Cimahi, suararepubliknews.com – Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus geng motor yang melakukan penganiayaan sambil menyiarkan aksinya secara langsung melalui platform media sosial. Ketiga pelaku yang terlibat dalam aksi ini berhasil diamankan setelah melakukan serangan brutal terhadap seorang korban secara acak.

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, menyatakan bahwa para pelaku membuat konten penganiayaan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan eksistensi mereka di dunia maya sekaligus menyebarkan rasa ketakutan di masyarakat.

“Pelaku saat melakukan penganiayaan dengan menggunakan live streaming di medsos, mereka ingin membuat teror kepada masyarakat,” ujar Tri di Polres Cimahi, Selasa (8/10/2024).

Penganiayaan Brutal di Parkiran Minimarket

Kasus ini terjadi pada Kamis (3/10/2024) malam di sebuah parkiran minimarket di Kebonkopi, Cimahi Selatan. Ketiga pelaku yang diidentifikasi dengan inisial JM, MR, dan AF melakukan penganiayaan brutal terhadap seorang korban berinisial S, yang bekerja sebagai penjaga parkir di lokasi tersebut. “Korban memang acak. Pada malam kejadian, korban inisial S merupakan pegawai parkir minimarket, dan mereka langsung melakukan pembacokan membabi buta,” terang Tri.

Konten Kekerasan Disiarkan Langsung dan Diunggah ke Media Sosial

Tidak hanya menyiarkan penganiayaan tersebut secara langsung, para pelaku juga mengunggah video aksi brutal mereka di berbagai platform media sosial. “Setelah melakukan aksinya, mereka memperbarui status di akun media sosial mereka dan secara terang-terangan mengklaim bahwa mereka adalah pelakunya,” tambah Kapolres Cimahi.

Polisi juga mengamankan beberapa senjata tajam dan barang bukti lainnya yang digunakan para pelaku dalam penganiayaan tersebut.

Ancaman Hukuman dan Pasal yang Dikenakan

Atas tindakan mereka, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 1 atau 2 juncto pasal 353 ayat 1 atau 2 subsider ayat 1 KUHP, yang mengatur tentang penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan luka-luka. “Ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Kami juga akan memperberat hukuman dengan UU ITE karena mereka menyebarkan konten kekerasan kepada masyarakat,” tutup Tri.

Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Kampanye Calon Gubernur Hendrik Lewerissa Berjalan Lancar di Kawasan Farmasi Kudamati
Laznas LMI Canangkan Berbagai Program Peningkatan Perekonomian Korban Semeru
ITDC Pastikan Tidak Gunakan Jasa Pawang Hujan untuk MotoGP Mandalika 2024, Andalkan Doa dan Iman

Maluku

Muba Festival Sriwijaya XXXIII Tahun 2025, Bupati Muba HM. Toha Hadir langsung bersama Hj Patimah Ketua TP PKK Muba
Peringati 19 Tahun Tsunami, Pemkab Aceh Barat Menggelar Tausiyah, Zikir, dan Doa Bersama
Pelantikan Pejabat Fungsional dan Asisten di Disparpora Humbahas  Dipimpin Kadis.

Daerah

Panglima Koops Udara II Pimpin Apel Khusus Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M

Jawa Barat

Halalbihalal GMI, Wakil Wali Kota Tekankan Peran Strategis Muslimat dalam Pembangunan Sosial

Contact Us