PURBALINGGA, SRN — Dari hamparan tanah yang sebelumnya hanya menjadi jalur terbatas, kini mulai tampak fondasi kuat yang perlahan membentuk penghubung baru. Pembangunan Jembatan Garuda menjadi bagian dari sasaran tambahan over prestasi dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, sebuah langkah nyata yang melampaui target, sekaligus menjawab kebutuhan warga akan akses yang lebih layak.
Di lokasi pembangunan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti. Satgas TMMD bersama warga terus bergotong royong, menyusun demi menyusun material yang akan menjadi pondasi penyangga jembatan. Pembangunan ini bukan berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari sasaran fisik sebelumnya, yakni pembuatan dan pelebaran jalan yang telah lebih dulu dikerjakan.

Jembatan Garuda dirancang sebagai penghubung dua desa yang berada di dua kecamatan berbeda. Selama ini, keterbatasan akses membuat mobilitas warga kurang optimal, bahkan sering kali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Kini, dengan dimulainya pembangunan jembatan, harapan itu mulai menemukan bentuknya.
Babinsa Koramil 12/ Karanganyar untuk Desa Krangean, Serma Jarwono, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen TMMD dalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.
“Jembatan Garuda ini menjadi sasaran tambahan atau over prestasi dari TMMD. Ini juga sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang sudah dilakukan, sehingga nantinya akses benar-benar tersambung dengan baik,” jelasnya, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, kehadiran jembatan ini akan membawa perubahan signifikan bagi warga di kedua wilayah. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Di tengah proses pembangunan, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai usia ikut terlibat, menyatu dalam semangat gotong royong bersama Satgas TMMD. Mereka tidak sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga menanam harapan pada setiap bagian jembatan yang dibangun.
Jembatan Garuda mungkin masih dalam tahap awal, namun maknanya sudah terasa sejak sekarang. Ia bukan hanya penghubung fisik antara dua wilayah, melainkan juga pengikat harapan, kerja sama, dan masa depan yang lebih terbuka bagi masyarakat. Dari program TMMD, lahir bukan hanya pembangunan, tetapi juga kepercayaan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebersamaan. ( red ).










