Home / Tak Berkategori

Selasa, 30 Juli 2024 - 22:17 WIB

Kekeringan Amazon dan Kebakaran Kanada Hambat Penyerapan Karbon Dunia

Kekeringan hebat di hutan hujan Amazon dan rekor kebakaran hutan di Kanada menghambat daya serap alamiahnya terhadap karbon dioksida, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada hari Senin (29/07)

Kekeringan hebat di hutan hujan Amazon dan rekor kebakaran hutan di Kanada menghambat daya serap alamiahnya terhadap karbon dioksida, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada hari Senin (29/07)

AS, suararepubliknews.com – Hutan dan ekosistem daratan lainnya gagal meredam perubahan iklim pada tahun 2023. Kekeringan hebat di hutan hujan Amazon dan rekor kebakaran hutan di Kanada menghambat daya serap alamiahnya terhadap karbon dioksida, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada hari Senin (29/07).

Penurunan Daya Serap Karbon

Hal ini mengakibatkan jumlah karbon dioksida yang masuk ke atmosfer Bumi tahun lalu mencapai rekor baru, semakin memperparah pemanasan global. Makhluk tumbuh-tumbuhan membantu memperlambat perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, gas rumah kaca utama yang mendorong pemanasan global. Hutan dan ekosistem lahan lainnya rata-rata menyerap hampir sepertiga emisi tahunan dari bahan bakar fosil, industri, dan penyebab lain yang disebabkan oleh manusia.

Namun pada tahun 2023, penyerapan karbon tersebut mengalami penurunan signifikan. Salah satu penulis studi, Philippe Ciais dari Laboratory for Climate and Environmental Sciences (LSCE), menjelaskan, “Penyerap karbon adalah sebuah pompa, dan kita memompa lebih sedikit karbon dari atmosfer ke dalam tanah. Tiba-tiba pompa tersebut tersedak, dan ia memompa lebih sedikit.”

Dampak Pemanasan Global

Akibatnya, laju pertumbuhan karbon dioksida di atmosfer melonjak 86% pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Para ilmuwan dari Universitas Tsinghua di Cina, Universitas Exeter di Inggris, dan LSCE memimpin penelitian tentang penyebab perubahan tersebut. Penelitian ini dipresentasikan pada Konferensi Karbon Dioksida Internasional di Manaus, Brasil.

Salah satu penyebab utamanya adalah rekor suhu tinggi secara global yang mengeringkan vegetasi di Amazon dan hutan hujan lainnya. Kondisi ini mengurangi kemampuan vegetasi untuk menyerap karbon dan juga memicu terjadinya kebakaran hutan di Kanada. Stephen Sitch, salah satu penulis studi dan pakar karbon di University of Exeter, mengatakan, “Bayangkan tanaman Anda di rumah: Jika Anda tidak menyiramnya, tanaman tersebut tidak akan tumbuh dengan baik, tidak akan menyerap karbon. Katakanlah dalam skala besar seperti hutan Amazon.”

Konfirmasi Ilmuwan Lain

Penelitian ini masih dalam proses tinjauan jurnal akademis. Namun, tiga ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian ini menganggap kesimpulannya masuk akal. Mereka mencatat bahwa penurunan penyerapan karbon di daratan cenderung terjadi pada tahun-tahun yang dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino, seperti tahun 2023. Namun, rekor suhu tinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat penurunan tahun lalu menjadi sangat ekstrem.

Selain itu, konsekuensi dari penurunan ini lebih parah daripada di masa lalu karena emisi karbon dioksida manusia lebih tinggi daripada sebelumnya. Para ilmuwan memperingatkan bahwa penyerapan karbon di bumi sangat bervariasi dari tahun ke tahun, dan satu tahun saja tidak akan berarti malapetaka. Namun, akan mengkhawatirkan jika apa yang diamati pada tahun 2023 menjadi sebuah tren.

Masa Depan Penyerapan Karbon

“Ini adalah sebuah peringatan,” kata Richard Birdsey dari Woodwell Climate Research Center di Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. “Ada kemungkinan besar bahwa tahun-tahun seperti 2023 akan lebih sering terjadi.”

Semakin sedikit karbon yang diserap oleh ekosistem lahan, semakin sedikit bahan bakar fosil yang dapat dibakar oleh dunia sebelum umat manusia melewati target iklim global. Anthony Walker, seorang ahli pemodelan ekosistem di Oak Ridge National Laboratory di Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan, “Kita tidak dapat mengandalkan ekosistem untuk menolong kita di masa yang akan datang.” (Stg)

Share :

Baca Juga

500 Pesepeda Berpartisipasi dalam Lodaya Siliwangi Ride 2024
Mudik Tanpa Sepeda Motor Himbauan Resmi Kakorlantas
Segelas Air Rebusan Serai di Pagi Hari: Rahasia Sehat yang Mudah dan Murah
Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden, PBNU: Sikap Kesatria dan Bertanggung Jawab
Spurs Vs MU di Carabao Cup, Postecoglou: Peluang Besar ke Semifinal
Wakapolda Maluku Apresiasi Pelaksanaan Baksos Anak Stunting oleh Kodam Pattimur
Prancis Ditahan 1-1 oleh Polandia dan Finis Kedua di Grup Euro

Jawa Barat

Patroli Raimas Satgas Preventif Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Perbatasan Desa Cangkring dan Desa Babadan, Enam Remaja diamankan

Contact Us