Home / Tak Berkategori

Minggu, 24 November 2024 - 15:30 WIB

Keresahan Tokoh Adat Kayeli: “Saya Tidak Tinggal Diam, Masyarakat Harus Dilindungi”

Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah 'sasi adat' tersebut mencantumkan nomor urut kandidat politik tertentu, yaitu Paslon Amanah nomor 4, di papan larangan yang dipasang di lokasi.

Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah 'sasi adat' tersebut mencantumkan nomor urut kandidat politik tertentu, yaitu Paslon Amanah nomor 4, di papan larangan yang dipasang di lokasi.

Ibrahim Wael Sesalkan Intimidasi terhadap Masyarakat Petuanan Kayeli Asal Pulau Jawa

Pulau Buru, suararepubliknews.com – Pada Minggu, 24 November 2024, Ibrahim Wael, tokoh adat Kayeli, angkat bicara terkait tindakan beberapa oknum ‘kepala soa‘ yang melakukan sasi adat dengan melarang masyarakat asal Pulau Jawa mengambil rumput untuk ternak dan membawa hewan di areal tertentu. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah ‘sasi adat’ tersebut mencantumkan nomor urut kandidat politik tertentu, yaitu Paslon Amanah nomor 4, di papan larangan yang dipasang di lokasi.

Wael dengan tegas menyatakan penyesalannya atas kejadian ini, terutama jika benar ada kaitannya dengan kandidat politik tertentu.

“Saya sangat sesalkan kalau ini betul terkait dengan Paslon Amanah. Ini mencerminkan kebiasaan buruk yang seharusnya tidak terjadi di masyarakat Petuanan Kayeli, terutama bagi saudara-saudara kita asal Pulau Jawa,” ujar Ibrahim Wael.

Penegakan Hukum Diharapkan

Wael juga menyinggung pentingnya penegakan hukum untuk mengatasi dugaan intimidasi dan pemerasan yang dialami oleh masyarakat Kayeli asal Jawa. Ia mengingatkan bahwa permasalahan serupa pernah terjadi sebelumnya, namun berhasil ditangani oleh mantan Kapolsek Mako, Jainal, yang membuat situasi di Waeapo kala itu menjadi kondusif.

“Kini kejadian serupa terulang lagi. Saya berharap kepada Kapolres Buru beserta jajaran dan Pemerintah Kabupaten Buru untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Jangan sampai ancaman dan intimidasi dibiarkan, sehingga masyarakat menjadi tidak nyaman,” tegasnya.

Pesan bagi Masyarakat

Sebagai tokoh adat, Ibrahim Wael memberikan himbauan kepada masyarakat Petuanan Kayeli asal Pulau Jawa agar tidak merasa takut menghadapi intimidasi.

“Saya tidak tinggal diam. Saya akan selalu ada di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka terjaga. Ancaman seperti ini tidak boleh membuat kita mundur,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan keharmonisan antarwarga, serta tidak membawa urusan politik ke dalam tradisi adat seperti sasi, yang sejatinya bertujuan untuk melestarikan alam, bukan menjadi alat intimidasi atau diskriminasi.

Peran Pemerintah dan Aparat

Ibrahim Wael menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak berwenang. Ia mengharapkan agar Kapolres Buru segera mengambil langkah pengamanan terhadap masyarakat Petuanan Kayeli asal Jawa dan memastikan tindakan oknum kepala soa yang menyalahgunakan tradisi adat ini tidak terulang lagi.

“Kita semua harus bersatu menjaga masyarakat dari ancaman seperti ini. Tradisi adat harus tetap dihormati, tetapi tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau politik yang merugikan pihak lain,” tutup Wael dengan penuh harap.

Pewarta: Dhet
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Pj. Wali Kota Cimahi Terima Penghargaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup

Banten

Momen Bersejarah di Hari Kesaktian Pancasila: Sertijab Kepala Sekolah di SDN 2 Sukatani dan SDN 1 Wanasalam
Menjaga Kehidupan Seksual yang Sehat Seiring Bertambahnya Usia

Tangerang Raya

Kapolsek Tangerang Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Tekankan Peran Pers Perkuat Bangsa.
Partai Golkar Daftarkan Bacalegnya ke KPU Cimahi Dan Tolak Sistim Proporsional Tertutup
Haaland Hattrick, Manchester City Sukses Tumbangkan Ipswich Town 4-1
Ketua LSM GMBI Tulungagung Akan Ambil Jalur Hukum,Jika Tidak Ada Permintaan Maaf Secara Resmi Dari Penyebar Hoax Atas Dirinya
Kapolresta Cirebon Pimpin Upacara Korps Rapot Kenaikan Pangkat Periode Januari 2024

Contact Us