PURBALINGGA , SRN— Satu minggu pasca diresmikannya program pembangunan TMMD ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, denyut gotong royong semakin terasa di setiap sudut desa. Semangat kebersamaan pun tampak nyata, salah satunya ialah di Dusun Batur, di mana warga bersama Satgas TMMD kini terus bahu membahu untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Di dusun tersebut, aktivitas warga hampir setiap hari di penuhi geliat pembangunan. Mulai dari pelebaran jalan, penguatan pondasi, hingga fokus pembangunan yang cukup krusial, yakni pembangunan sasaran tambahan atau over prestasi Jembatan Garuda— jembatan yang akan menghubungkan Desa Krangean dan Ponjen, sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi mobilitas warga.

Suasana di lokasi pembangunan pun semakin hidup. Baik warga dan Satgas TMMD terlihat menyatu dalam ritme kerja yang penuh semangat. Setelah melalui berbagai tahap persiapan dan pematangan pondasi, kini pembangunan jembatan itu memasuki tahap penting, yaitu penguatan lantai dasar dengan pengecoran dasar sungai sebelum dipasangnya material armco.
Sertu Riyadi, salah satu Satgas TMMD menjelaskan bahwa proses pengecoran dasar sungai ini memiliki peran krusial dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan.
“Lantai dasar ini berfungsi sebagai pondasi utama agar struktur di atasnya stabil dan tidak mudah bergeser, terutama saat debut air meningkat. Jadi di bawahnya harus benar-benar kuat,” jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menambahkan, penggunaan material armco dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan tanah dan aliran air. Armco berbentuk baja bergelombang yang dirancang khusus untuk konstruksi jembatan atau gorong-gorong.
“Material armco ini kuat, tahan lama dan relatif lebih cepat dalam pemasangan. Jadi sangat cocok untuk kondisi medan seperti di sini,” lanjutnya.
Di balik proses teknis tersebut, terselip harapan besar masyarakat. Jembatan Garuda, bukan sekedar penghubung dua wilayah tetapi juga simbol kemudahan akses yang selama ini dinantikan. Melalui jembatan ini, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat diharapkan semakin lancar.
Semangat gotong royong yang terus terjaga antara warga dan Satgas TMMD menjadi kekuatan utama dalam setiap tahap pembangunan. Dari dasar sungai yang kini mulai mengeras, perlahan terbangun pula harapan warga untuk masa depan yang lebih baik. ( red ).










