Teheran, suararepubliknews.com – Minggu, 7 Juli 2024, anggota parlemen reformis dan mantan Menteri Kesehatan Masoud Pezeshkian unggul dalam putaran kedua pemilihan presiden Iran ke-14, menurut hasil awal yang diumumkan saat suara terus dihitung.
Hasil Awal Pemilu
Mohsen Eslami, juru bicara Pusat Pemilu Kementerian Dalam Negeri Iran, mengumumkan bahwa sebanyak 2.547.381 suara telah dihitung sejauh ini. Hasil awal menunjukkan bahwa Pezeshkian telah mengumpulkan 1.263.874 suara, sementara kandidat konservatif Saeed Jalili memperoleh 1.244.640 suara. Eslami menambahkan bahwa penghitungan suara masih berlangsung dan hasil akhir diharapkan akan diumumkan segera setelah semua suara selesai dihitung.
Latar Belakang Pemilu
Pemilihan presiden Iran kali ini diadakan setelah kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter pada Mei lalu, yang memicu perlunya pemilu cepat. Pada pemilihan presiden yang diadakan pada 28 Juni, Pezeshkian dan Jalili memperoleh suara terbanyak dari empat kandidat, namun keduanya gagal mencapai angka 50 persen yang dibutuhkan untuk memenangkan putaran pertama. Dengan demikian, pemilu ini berlanjut ke putaran kedua.
Partisipasi Pemilih
Menurut data resmi, sekitar 61 juta orang berhak memilih dalam pemilu tahun ini. Sebanyak 58.640 tempat pemungutan suara didirikan di seluruh negeri untuk memfasilitasi proses pemungutan suara, dengan lebih dari 6.000 di Teheran saja. Pada pemilu 2021, 59,3 juta orang terdaftar sebagai pemilih, menunjukkan adanya peningkatan jumlah pemilih terdaftar dalam pemilu kali ini. Namun, tingkat partisipasi pemilih masih menjadi perhatian utama, mengingat rendahnya jumlah pemilih pada pemilihan sebelumnya.
Persiapan dan Penghitungan Suara
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 8 pagi (04:30 GMT) dan seharusnya ditutup pada pukul 6 sore menurut norma konstitusional tentang proses pemungutan suara selama 10 jam. Namun, permintaan perpanjangan periode pemungutan suara hingga pukul 10 malam waktu setempat (16:30 GMT) telah disetujui oleh menteri dalam negeri. Penghitungan suara akan dimulai segera setelah antrean pemungutan suara ditutup, dan Kementerian Dalam Negeri akan mengumumkan hasil secara bertahap hingga hasil akhir diumumkan pada Sabtu pagi.
Pemilu ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kepemimpinan Iran. Pezeshkian, yang dikenal sebagai figur reformis, dan Jalili, yang dikenal sebagai konservatif, mewakili pandangan politik yang sangat berbeda. Kemenangan Pezeshkian dapat menandai era baru reformasi dan perubahan di Iran, sementara kemenangan Jalili dapat memperkuat kebijakan konservatif yang telah berlaku.
Namun, pemilu ini juga diwarnai oleh berbagai tantangan, termasuk ketegangan politik dan sosial yang tinggi serta kekhawatiran tentang partisipasi pemilih yang rendah. Banyak warga Iran yang merasa apatis terhadap politik dan kurang percaya pada sistem pemilu, yang dapat mempengaruhi hasil akhir pemilu. (Stg)
Sumber: Anadolu Agency











