Home / Tak Berkategori

Senin, 2 Desember 2024 - 16:18 WIB

Mata Dewa Guncang Gerbang Tenjolaya: Aksi Mahasiswa Bela Petani yang Kehilangan Lahan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (Mata Dewa) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang masuk PT Malingping Indah Internasional (MII), Senin (2/12/2024)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (Mata Dewa) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang masuk PT Malingping Indah Internasional (MII), Senin (2/12/2024)

Protes Panas di Tengah HUT Lebak ke-196: Tuntut Negara Hadir dalam Konflik Lahan

Wanasalam, suararepubliknews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (Mata Dewa) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang masuk PT Malingping Indah Internasional (MII), Senin (2/12/2024). Aksi ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Lebak ke-196 dan menjadi sorotan karena mengangkat isu penting tentang nasib puluhan petani di Tenjolaya yang kehilangan lahan garapannya sejak tahun 1970-an.

Mahasiswa Bela Hak Petani

Dalam orasinya, Koordinator Mata Dewa, Repi Rizali, menyerukan agar pemerintah segera turun tangan menyelesaikan konflik lahan yang memengaruhi kehidupan puluhan petani. Ia menegaskan bahwa Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

“Kami hadir di sini sebagai saudara untuk membela hak rakyat. Negara harus bertindak cepat, karena rakyat membutuhkan keadilan atas lahan mereka yang telah dirampas,” tegas Repi di depan para pengunjuk rasa.

Lahan seluas 119 hektare yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani, kini diakui sebagai Hak Guna Bangunan oleh PT MII. Mahasiswa menegaskan bahwa lahan tersebut adalah milik negara dan bukan milik perusahaan.

Aksi Simbolis: Perobohan Plang PT MII

Sebagai simbol perlawanan, para mahasiswa merobohkan plang milik PT MII yang berada di gerbang masuk Tenjolaya. Aksi ini menarik perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Banyak yang memberikan dukungan moral kepada mahasiswa, memuji keberanian mereka dalam membela hak petani Tenjolaya.

“Kami butuh tindakan nyata dari pemerintah, bukan sekadar janji. Pak Pj Bupati dan anggota DPRD, lihat langsung ketakutan dan kecemasan para petani yang terancam kehilangan masa depan mereka,” ujar Repi dengan nada tegas.

Seruan untuk Eksekutif dan Legislatif

Mahasiswa Mata Dewa juga mendesak Pj Bupati Lebak dan anggota DPRD setempat untuk segera mengunjungi lokasi konflik. Menurut mereka, kehadiran pemerintah sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada petani yang kini hidup dalam kecemasan.

“Rakyat membutuhkan keadilan untuk melanjutkan hidup dan masa depan keluarga mereka. Kami meminta eksekutif dan legislatif untuk turun tangan dan membuat kebijakan yang pro-rakyat,” tambah Repi.

Aksi Lanjutan di Kantor Bupati dan DPRD

Tidak berhenti di gerbang Tenjolaya, Mata Dewa berencana melanjutkan aksi protes mereka ke kantor Bupati Lebak dan Gedung DPRD Lebak di hari yang sama. Agenda ini dimaksudkan sebagai bentuk koreksi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil.

Aksi ini menjadi pengingat keras kepada pemerintah bahwa isu agraria masih menjadi salah satu persoalan mendesak yang membutuhkan solusi nyata.

Pewarta: Iwan H
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Kapolsek Malingping Polres Lebak Salurkan Bantuan Bansos Kepada Anak Yatim Dan Pati Jompo

Tapanuli Raya

Pemkab Humbahas Sambut Hangat Kunjungan Kemenko Pangan dan BGN
Muba Terus Gencarkan TTE dan Penerapan e-Office Yang Terintegrasi Pada

Jawa Barat

Polres Cirebon Kota Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras Dijual Rp11.000/Kg
Presiden Prabowo Ajak Pendukung Sisihkan Rp100 Ribu Sebulan: Gerakan Solidaritas Nasional untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu
Komisi V Dorong Solusi Masalah Zonasi Hingga Guru Pengganti Di SMAN 5 Tambun Selatan
Masyarakat Kp.Gintungpasar Gelar Pengajian Rutin Pertama Tingkat Desa
Jagongan Budaya, Meneropong Masa Depan Jaminan Hukum Keragaman Budaya dan Spiritualitas di Indonesia

Contact Us