TANGERANG, SRN — Di balik gemerlap medali dan rivalitas lintasan olahraga, ada cerita tentang keringat, kepastian masa depan, dan komitmen yang dirawat secara konsisten. Menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang menegaskan kesiapannya untuk berjuang mempertahankan gelar Juara Umum dengan pendekatan yang humanis, berbasis ilmiah (sport science), serta mengedepankan sinergi lintas sektor.
KONI Kota Tangerang di bawah kepemimpinan H. Dirman, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dinas terkait (Dispora), DPRD, serta ribuan atlet dan pelatih. Strategi taktis dan penguatan mental untuk merespons lonjakan jumlah cabang olahraga (cabor) hingga mencapai 58–60 cabor, sekaligus misi besar mempertahankan predikat Juara Umum Porprov Banten.
Pembinaan intensif berpusat di Kota Tangerang, untuk kemudian diterjunkan di arena laga Porprov VII di Kota Tangerang Selatan selaku tuan rumah. Persiapan jangka panjang telah digulirkan secara konsisten sejak tahun 2023 pasca-Porprov VI. Saat ini, tahapan krusial pendaftaran tahap 1 (entry by sport) telah dibuka setelah Chef de Mission (CdM) Meeting pada 2 Juni 2026, dengan batas akhir hingga 10 Juni 2026.
Lonjakan jumlah cabor di luar proyeksi awal menuntut adaptasi anggaran dan pola pembinaan agar tidak ada atlet dari cabor baru yang kehilangan momentum atau telantar tanpa sentuhan organisasi. Mengintegrasikan 16 cabor baru ke dalam program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab), memanfaatkan sport science melalui tes fisik massal, mengusulkan kenaikan bonus prestasi, serta menerapkan sistem “bapak asuh” dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD untuk mendampingi setiap cabor.
Tantangan terbesar muncul ketika tuan rumah Tangsel menetapkan kuota 58–60 cabor. Padahal, proyeksi awal pembinaan intensif (Puslatcab) KONI Kota Tangerang baru mengover anggaran sekitar Rp15 Miliar untuk 44 cabor. Menyikapi celah ini, Ketua KONI Kota Tangerang, H. Dirman, mengambil langkah cepat dan inklusif. KONI telah memanggil perwakilan dari 16 cabor yang belum masuk dalam program pusat tersebut.
> “Kami akan melakukan usaha maksimal agar 16 cabor ini masuk dan bergabung dalam program Puslatcab. Langkah taktis kami adalah menarik mereka agar mendapatkan porsi pembinaan yang setara demi persiapan menuju Porprov,” ujar H. Dirman, (3/6/26).
Langkah ini menjadi edukasi penting bagi tata kelola olahraga, bahwa pemenuhan hak atlet untuk mendapatkan pembinaan yang layak adalah prioritas utama di atas sekadar kalkulasi angka. Di bawah asuhan KONI, olahraga di Kota Tangerang tidak lagi dikelola dengan metode konvensional. Kesadaran bahwa “olahraga prestasi tidak bisa berjalan tanpa sport science” diwujudkan melalui tes fisik massal yang melibatkan seribuan lebih atlet.
Evaluasi berkala ini digunakan untuk mengukur kesiapan fisik secara objektif, merawat cabor unggulan yang sudah ada, serta mendongkrak potensi cabor baru sebagai lumbung emas tambahan. Selain pendekatan ilmiah, kekuatan utama Kota Tangerang terletak pada aspek gotong royong yang dilegalkan. Sejak Porprov 2022, kepala daerah telah menerbitkan Surat Perintah Tugas kepada setiap OPD dan BUMD untuk menjadi pendamping atau “bapak asuh” bagi masing-masing cabor.
> “Dengan semangat kebersamaan inilah modal awal dan kekuatan Kota Tangerang meraih prestasi olahraga di tingkat provinsi hingga internasional. Sinergi antara KONI, Walikota, Wakil Walikota, serta DPRD berjalan sangat baik, dan ini yang menjadi kelebihan kita dibanding daerah lain,” tambahnya.
Edukasi humanis dari kebijakan KONI bersama Dispora juga terlihat pada upaya memanusiakan atlet lewat jaminan kesejahteraan. Untuk memicu motivasi sekaligus memagari atlet potensial agar tidak “dibajak” oleh daerah lain, skema kenaikan nilai bonus sedang digodok bersama pihak legislatif.
Besaran nilai bonus yang diusulkan berdasarkan status dan regulasi. POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah)Rp25.000.000, sudah disahkan dalam standard satuan harga (SSH) PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) Rp50.000.000, yang saat ini sedang dalam proses legalisasi formal.
Visi KONI Kota Tangerang melompat jauh ke depan, melampaui sekadar urusan berburu medali di Tangsel. Ajang Porprov 2026 ini dijadikan momentum emas untuk mematangkan konsep Sport City, Sportainment, dan Sport Tourism yang fondasinya telah dibangun sejak Kota Tangerang sukses menjadi tuan rumah Porprov 2022 lalu. Infrastruktur yang ada dan gairah olahraga masyarakat dirajut agar memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi kota pasca-kompetisi usai.
Menutup penjelasannya, H. Dirman menitipkan pesan mendalam yang sarat nilai edukasi karakter bagi para atlet dan pelatih yang sedang berjuang keras di lapangan. “Tetap fokus berlatih dan jalankan program latihan. Yakinlah bahwa juara itu adalah hadiah untuk atlet yang rajin berlatih. Percayalah pada proses yang sudah kita jalankan selama ini, namun tidak boleh over percaya diri tetap waspada. Apa yang sudah kalian kerjakan selama hampir 4 tahun ini akan ditentukan saat bertanding yang hanya berjalan beberapa menit saja. Agar tidak ada penyesalan, keluarkan kemampuan terbaik kalian.” tuturnya
Kepada masyarakat Kota Tangerang, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas segala bentuk dukungan yang mengalir dan memohon doa restu agar seluruh kontingen diberikan kelancaran, keselamatan, serta prestasi tertinggi demi mengharumkan nama Kota Tangerang di panggung olahraga Banten. (ADV)









