Ketua Bumdes Desa Maruyung H. Deden
Kabupaten Bandung, Suara Republik News.Com.- Ironis memang, pembangunan di segala bidang Pada dasarnya sudah diberikan oleh Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi serta dari masing masing Kota atau Kabupaten.
Tak terkecuali Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung juga mendapatkan bantuaan berupa ” Sumur Bor untuk Bumdes Desa Maruyung, Tetapi ternyata berita baik itu tidak diketahui sebelumnya oleh Ketua Bumdes Desa Maruyung H. Deden atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mang Deden.
Ketika Di Konfirmasi Awak Media Ketua Bundes H.Deden Mengatakan “Saya baru tahu ada ” Pengeboran Sumur Bor Bumdes ” dari pelaksana lapangan yang menyatakan bahwa proyek tersebut sudah berjalan selama 2 Minggu. Ujarnya dengan nada Kecewa.
Menurut Ketua Bundes Maruyung H.Deden dirinya mengetahui dari Dirut CV. Geo Multi Pelaksana Pengeboran bahwa ” Pemberitahuan sudah dilayangkan ke Desa ujarnya.
Nah inilah yang saya sayangkan, Kepala Desa Maruyung, H. Apen sama sekali tidak memberitahukan kepada saya selaku ketua Bundes, tentang adanya ” Proyek Sumur Bor Bumdes ” Kenapa Ko malah pemberitahuan tersebut pada Ketua Bumdes yang sudah meninggal,” ujar Deden keheranan, atas pola Kerja yang di lakukan Kades Maruyung, Hal ini di ketahui saat dikonfimasi awak media di rumahnya terkait “Proyek sumur Bor Bumdes” di Desa Maruyung, Jumat (11/08/23).
Diakui H Deden bahwa ” Proyek Sumur Bor ini, memang diajukan tahun 2021 oleh Ketua Bumdes lama yaitu Dede Sumpena yang sudah meninggal. .
H.Deden menjelaskan Desa adalah Badan Layanan Umum atau BLU sementara Bumdes sebagai mitra usaha sekecil apapun aset Desa Bumdes tentu harus sepengetahuannya ujarnya Ketus.
Padahal saya ini selain Ketua Bumdes Desa Maruyung, Sayapun Ketua Bumdes Kabupaten Bandung, dengan jumlah anggota 270 Desa, tapi di tempat sendiri saya sama sekali tidak diikutsertakan dalam kegiatan apapun alias tidak dianggap padahal banyak kegiatan tersebut yang harus melibatkan keberadaan Bumdes sebagai sebuah lembaga usaha milik Desa .
H.Deden sangat Kecewa dan menyayangkan Sepak Terjang Kades Maruyung yang tanpa adanya koordinasi dari Kepala Desa terkait ” Pengeboran Sumur Bor Bumdes ” terlebih Dahulu, yang jumlahnya senilai lebih dari Rp 600 juta tersebut Tandasnya
Masih Kata H.Deden.Menuturkan pihak Bumdes yang menjabat sekarang seharusnya diberi tahu hal ini, namun tidak ada seorang staf Desa yang memberitahu dirinya soal ” Proyek Sumur Bumdes ” . Padahal menurutnya , keberlangsungan pengelolaan air pasca selesainya ” Pengeboran Sumur Bor Bumdes ” sudah tentu harus dikelola oleh Bumdes sendiri sebagai lembaga usaha milik Desa , ujarnya.
Sampai sejauh ini H.Deden menyatakan keheranannya karena koordinasi malah dilakukan pada pengurus Bumdes Desa Maruyung periode lama di mana Ketua Bumdes-nya sudah meninggal.
“Masa koordinasi sama orang yang sudah meninggal, kan seharusnya pada penggantinya yang jelas yaitu Ketua Bumdes yang baru,” cetusnya dengan kesal.
Sungguh sangat Miris , Pengeboran Sumur Bor di Maruyung Kabupaten Bandung, Ketua Bumdes sampai Tak Tahu, Ketua Bumdes Desa Maruyung, hanya di anggap bagaikan pajangan belaka.
Ketua Bumdes yang baru Pengantinya yang lama kan saya , sementara Sumur Bor
Bumdes ini memiliki kedalaman 100 meter dan bisa menjadi sumber air bagi sekitar 150 KK. Jika pengelolaan air pada warga bukan oleh Bumdes, maka sebagai Ketua Bumdes Desa Maruyung hanya sebagai pajangan saja.kenapa Saya Tidak Di Ikut Sertakan atau tidak di libatkan dalam persoalan ” Pengeboran Sumur Bor Bumdes ” kata H.Deden Keheranan.
Para awak Media termasuk Suara Republik News.Com, sudah beberapa kali mendatangi Kantor Desa Maruyung untuk minta Konfirmasi terkait Persoalan yang ada di Desanya Terkait ” Pengeboran Sumur Bor Bumdes ” Selalu Tidak Ada di Tempat.
Jika dilihat dari penuturan Ketua Bumdes Desa Maruyung, ini bisa dipastikan bahwa hubungan antara Kepala Desa Maruyung, H.Apan dan Ketua Bumdes, H.Deden tidak Harmonis .ada apakah diantara Keduanya ? ( Tera – Tim ).











