Home / Tak Berkategori

Sabtu, 15 Juli 2023 - 07:31 WIB

Optimalkan Penanganan Stunting, Pemkot Cimahi Launching Ranting Emas

Pemkot Cimahi Launching Ranting Emas, 5/7/23.

Kota Cimahi, Suara Republik News .Com.- Saat ini Stunting masih menjadi persoalan besar nasional yang harus diatasi secepatnya, baik di tingkat nasional dan daerah. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama dan terjadinya infeksi berulang, akibat pola asuh yang tidak memadai dalam 1.000 HPK. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan tumbuh kembang anak, baik pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan dan kemampuan produktivitas anak pada saat dewasa.
Sebagai isu prioritas nasional pemerintah telah menetapkan target prevalensi stunting nasional sebesar 14 %. sedangkan prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini berdasarkan hasil survei status gizi indonesia tahun 2022 masih berada pada angka 16, 4 %. Tingginya prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini disebabkan oleh 1) intervensi penanganan stunting masih belum terpadu; 2) pelibatan pihak lain di luar pemerintah masih kurang; 3) Data keluarga beresiko stunting yang tidak real time karena verifikasi dan validasi hanya dilakukan setahun sekali;4) sosialisasi dan edukasi tentang stunting belum optimal; 5) belum adanya sistem informasi data stunting terpadu yang bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penanganan stunting;
Dalam rangka mengoptimalkan penanganan stunting Pemerintah Kota Cimahi melali Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindngan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi meluncurkan Ranting Emas (strategi percepatan penurunan stunting dan edukasi masyarakat berbasis pentahelix) yang sekaligus disosialisasikan kepada seluruh Ketua RW se Kota Cimahi di Convention Hall Cimahi Technopark Rabu (05/07/2023). Lanching Ranting Emas dilakukan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana selaku wakil dari unsur Pemerintah, Dekan Fitkes Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi dari unsur akademisi, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan dari unsur komunitas, Pimpinan Bank bjb dari unsur swasta dan Pimpinan TV Harmoni dari unsur Media.
Ranting emas merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pihak pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam percepatan penurunan stunting. Ranting emas juga didukung sistem terintegrasi data melalui sarana aplikasi percepatan penurunan stunting (sappeuting emas) dari tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota sehingga data dapat tersaji secara riil time.
ranting emas diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam percepatan penurunan stunting dengan memastikan seluruh intervensi baik spesifik maupun sensitif pada keluarga beresiko stunting.
“sekarang ini yang kita dorong adalah Zero New Stunting, yakni jangan sampai ada stunting baru, untuk penanganan stunting ini ditangani oleh Dinas Kesehatan dengan memberikan vitamin dan sebagainya” tutur Maria saat diwawancarai awak media.

OPTIMALKAN PENANGANAN STUNTING, PEMKOT CIMAHI LAUNCHING RANTING EMAS Kota Cimahi, Suara Republik News .Com.- Saat ini Stunting masih menjadi persoalan besar nasional yang harus diatasi secepatnya, baik di tingkat nasional dan daerah. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama dan terjadinya infeksi berulang, akibat pola asuh yang tidak memadai dalam 1.000 HPK. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan tumbuh kembang anak, baik pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan dan kemampuan produktivitas anak pada saat dewasa. Sebagai isu prioritas nasional pemerintah telah menetapkan target prevalensi stunting nasional sebesar 14 %. sedangkan prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini berdasarkan hasil survei status gizi indonesia tahun 2022 masih berada pada angka 16, 4 %. Tingginya prevalensi stunting di Kota Cimahi saat ini disebabkan oleh 1) intervensi penanganan stunting masih belum terpadu; 2) pelibatan pihak lain di luar pemerintah masih kurang; 3) Data keluarga beresiko stunting yang tidak real time karena verifikasi dan validasi hanya dilakukan setahun sekali;4) sosialisasi dan edukasi tentang stunting belum optimal; 5) belum adanya sistem informasi data stunting terpadu yang bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penanganan stunting; Dalam rangka mengoptimalkan penanganan stunting Pemerintah Kota Cimahi melali Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindngan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi meluncurkan Ranting Emas (strategi percepatan penurunan stunting dan edukasi masyarakat berbasis pentahelix) yang sekaligus disosialisasikan kepada seluruh Ketua RW se Kota Cimahi di Convention Hall Cimahi Technopark Rabu (05/07/2023). Lanching Ranting Emas dilakukan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana selaku wakil dari unsur Pemerintah, Dekan Fitkes Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi dari unsur akademisi, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan dari unsur komunitas, Pimpinan Bank bjb dari unsur swasta dan Pimpinan TV Harmoni dari unsur Media. Ranting emas merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pihak pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam percepatan penurunan stunting. Ranting emas juga didukung sistem terintegrasi data melalui sarana aplikasi percepatan penurunan stunting (sappeuting emas) dari tingkat Kelurahan sampai tingkat Kota sehingga data dapat tersaji secara riil time. ranting emas diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam percepatan penurunan stunting dengan memastikan seluruh intervensi baik spesifik maupun sensitif pada keluarga beresiko stunting. “sekarang ini yang kita dorong adalah Zero New Stunting, yakni jangan sampai ada stunting baru, untuk penanganan stunting ini ditangani oleh Dinas Kesehatan dengan memberikan vitamin dan sebagainya” tutur Maria saat diwawancarai awak media. Lebih lanjut Maria menjelaskan bahwa untuk mewujudkan zero new stunting ini melibatkan para donator untuk bisa menjadi orang tua asuh bagi para penderita yang mendekati stunting dengan memberikan makanan-makanan bergizi sehingga tidak terjadi stunting, selain itu juga terus dilakukan sosialisasi ke masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang stunting, sehingga para orang tua bisa lebih mementingkan kesehatan keluarga. “upaya lainnya untuk menekan pertumbuhan angka stunting ini, yakni dengan menunggu laporan dari para kader di lapangan yang akan menginformasikan dimana saja yang harus dilakukan intervensi melalui aplikasi yang mudah dilakukan dan dipahami” pungkasnya. (Bid IKPS / Tera ).

Share :

Baca Juga

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Internalnya
Diperayaan HPN 2024, Pj Wali Kota Tangerang Mengapresiasi Peran Organisasi PWI Dalam Menjaga Kualitas
Mewakili Pangkoopsud II, Kaku Koopsud II Hadiri Sulsel Talk

Banten

Bupati Serang Terbitkan SE Larangan Cuti Kepala OPD dan Camat selama Libur Nataru
Direktur RSUD Dr.Iskak Tangapi Berita Viral Terkait Harta yang Ia Miliki
Lemahnya pengawasan dan Pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang Pasien Meninggal Dunia?
Polres Serang Berhasil Ringkus 16 Pelaku Kejahatan Dalam Operasi Pekat Maung 2024

Jawa Barat

Polresta Cirebon Gelar Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026

Contact Us