Jakarta, suararepubliknews.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, menegaskan bahwa kesiapan pasukan penembak jitu sudah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku bagi pengamanan tamu negara, termasuk Paus Fransiskus. “Ya jelas ada (penembak runduk), itu sudah ada prosedur tetapnya sendiri,” ungkapnya, meski tidak menjelaskan detail jumlah dan lokasi penembak jitu tersebut demi menjaga keamanan operasi.
Lebih lanjut, pengamanan bagi Paus Fransiskus selama kunjungannya di Jakarta akan bersifat melekat, mengikuti setiap aktivitas yang dilakukannya. Langkah ini juga mencakup pengawasan ketat di ranah siber untuk mencegah potensi ancaman digital yang dapat mengganggu kelancaran kunjungan tersebut.
Keterlibatan Satuan Khusus dan Antiteror
Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol. Imam Widodo menegaskan, TNI-Polri tidak hanya mengerahkan penembak jitu, tetapi juga pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri untuk memberikan perlindungan maksimal selama kunjungan Paus Fransiskus. Penjagaan juga melibatkan unit siber guna menjaga dan mencegah ancaman dari dunia maya, yang berpotensi membahayakan kelangs
“Kami berharap mudah-mudahan semuanya aman, sukses, dan lancar, karena ini merupakan pertaruhan bangsa Indonesia,” kata Komjen Pol. Imam, pentingnya keberhasilan pengamanan ini bagi reputasi internasional Indonesia
Apel Kesiapan Pasukan: Sinergi TNI-Polri untuk Pengamanan Global
Seperti dilansir dari media berita terpercaya, dalam rangka mempersiapkan pengamanan ini, Mabes TNI dan Mabes Polri menggelar apel gelar pasukan di Lapangan B3, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin. Apel tersebut dipimpin oleh Pangkogabwilhan I, Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, dan Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol. Imam Widodo, yang melibatkan total 9.030 personel dari kedua institusi.
Dari jumlah tersebut, 4.300 prajurit berasal dari berbagai satuan TNI, seperti Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, TNI Angkatan Udara, Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat, Badan Intelijen Strategis (BAIS ) TNI, hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa). Sementara itu, 4.730 personel kepolisian berasal dari Brigade Mobil (Brimob) Polri, Densus 88 Anti Teror, Detasemen K9 Polri, serta jajaran polisi dari Polda Metro Jaya
Pengamanan akan dilakukan dengan sistem pengamanan berlapis, terdiri dari Ring 1, Ring 2, dan Ring 3. Ring 1, yang merupakan pengamanan terdekat, akan dipegang oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang akan terus melekat pada Paus Fransiskus.
Jadwal Padat Kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta
Paus Fransiskus, yang juga dikenal sebagai Pemimpin Takhta Suci Vatikan, dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 3 September 2024. Selanjutnya, pada Rabu, 4 September, Paus akan mengunjungi Istana Merdeka, Jakarta, di mana ia akan disambut secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Setelah itu, Paus Fransiskus akan mengadakan pertemuan dengan jemaat di Katedral Jakarta dan bertemu dengan jemaat Katolik muda di Grha Pemuda. Pada Kamis, 5 September, agenda Paus Fransiskus meliputi kunjungan ke Masjid Istiqlal, salah satu masjid terbesar di dunia, yang menegaskan simbol persaudaraan antarumat beragama. Puncaknya, pada pukul 17.00 WIB, Paus Fransiskus akan memimpin misa suci akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang dihadiri ribuan jemaat Katolik.
Kunjungan ini akan berakhir pada Jumat, 6 September 2024, ketika Paus Fransiskus bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Port Moresby, Papua Nugini, melanjutkan rangkaian tur internasionalnya.
Kunjungan Bersejarah dengan Sorotan Dunia
Kunjungan Paus Fransiskus ini bukan hanya momen penting bagi umat Katolik di Indonesia, namun juga menjadi perhatian dunia internasional. Selain menyoroti hubungan antarumat beragama, kunjungan ini juga menjadi ujian bagi kemampuan TNI-Polri dalam menjamin keamanan dan menyampaikan acara yang melibatkan tokoh global seperti Paus Fransiskus. Keberhasilan pengamanan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang aman dan damai, serta mampu menyelenggarakan event internasional dengan standar tertinggi. (Stg)










