Pelestarian Adat & Budaya Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2023, Minggu (27/8/2023).
Lebak,Suara Republik News.-Pelestarian Adat & Budaya Untuk Merawat Kerukunan dalam KeBhinekaan Berlandaskan Pancasila UUD 45 dan NKRI, Kasepuhan Cisungsang Desa Cisungsang Kabupaten Lebak Banten, menggelar Seren Taun 2023 sebagai bentuk syukur Kepada Sang pencipta atas panen raya,Minggu (27/8/2023).
Upacara adat Seren Taun dihadiri langsung Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi,Ketua Kesbangpol Lebak H Sukanta dan disambut Pupuhu Kasepuhan Cisungsang, Abah Usep Suyatna.
Pentas seni Ngagondang,Rengkong,Angklung,Debus dan ada juga pentas tari dari Papua yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan Dibawah Naungan Kesbangpol kabupaten Lebak Warnai acara seren taun.
Upacara adat berjalan dengan khidmat dipimpin oleh Abah Dani,ciri dari Seren Taun Cisungsang adalah dengan memasukan padi yang sudah melalui proses upacara kedalam Leuit adat.
Dalam kesempatan itu,PJ Gubernur Banten Al Muktabar berkesempatan untuk memasukan padi kedalam leuit.
Al mengaku merasakan suhu yang berbeda. Hal itu menjadi wajar apablia padi dapat bertahan lama di dalam leuit adat.
“Tadi saya memohon menghantarkan padi ke leuit. Memang saya merasakan suhunya, padi itu untuk tahan lama baik untuk bibit dan pangan,” kata Al.
Al merasa optimistis Banten dapat berdaulat dalam pangan atas budaya bertani yang dijaga Kasepuhan Cisungsang.
Bahkan, Banten surplus dengan beras dampak pola bertani yang dijaga. Untuk itu, kasepuhan Cisungsang bagian dari pahlawan pangan.
“Kita bertahan dengan kemampuan alam yang ada, budaya yang kuat untuk memiliki ketahanan. Sehingga dengan begitu kita akan terjaga pangan kita. Ini adalah ketakutan dunia tentang pangan itu. Maka bapak ibu ini pahlawan pangan,” ungkapnya.
Apalagi kondisi saat ini, dunia mengkhawatirkan adanya krisis pangan. Pihaknya yakin Indonesia khususnya Banten tidak akan kelaparan dengan adanya peran Kasepuhan Cisungsang dalam pangan.
“Kita harus menggiatkan pangan karena dunia khawatir dengan pangan. Tapi di Indonesia saya berseloroh masih bisa makan karena kita menghormati pangan,” ujarnya.
(Wan)











