Proses Seleksi Bintara Polri TA 2024-2025 di Aula Moeryono, Polda Jabar, Tekankan Integritas, Jauhi Nepotisme dan Kecurangan melalui Pengawasan Langsung Mabes Polri
Bandung, suararepubliknews.com – Dalam rangka memastikan seleksi yang transparan dan bebas dari kecurangan, Polda Jawa Barat (Jabar) menggelar kegiatan “Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas Seleksi Pendidikan Sekolah Bintara Polri (SBP) dari Tamtama ke Bintara Tahun Anggaran 2024-2025” pada Rabu, 11 September 2024, di Aula Moeryono, Polda Jabar.

Acara tersebut dipimpin oleh Kabag Dalpers Biro SDM Polda Jabar, yang juga melibatkan panitia pelaksana dari beberapa satuan kerja terkait. Seluruh kegiatan terhubung langsung dengan Markas Besar (Mabes) Polri, terutama SSDM Polri sebagai penyelenggara, melalui video conference yang dipimpin oleh Karo Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K.
Penekanan pada Integritas dan Kejujuran, Penghindaran Nepotisme Selama Proses Seleksi
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Nurworo Danang menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam seluruh tahapan seleksi. Beliau menegaskan bahwa proses seleksi ini bertujuan menghasilkan calon Bintara Polri yang berkualitas, kompeten, dan bebas dari segala bentuk nepotisme serta kecurangan.

Pengambilan sumpah ini bertujuan memberikan rasa keadilan dan meningkatkan rasa tanggung jawab bagi seluruh panitia pelaksana maupun para peserta seleksi. Diharapkan, dengan adanya fakta integritas yang ditegaskan dalam acara tersebut, semua pihak akan terhindar dari praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Hadirnya Pejabat Penting dan Pengawasan Ketat dari Mabes Polri
Hadir dalam kegiatan ini adalah Kabag Dalpers SDM Polda Jabar beserta panitia pelaksana, yang turut mendukung kelancaran acara. Peserta seleksi pun mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias, sebagai bagian dari upaya mewujudkan seleksi yang bersih dan berkeadilan.
Dengan adanya pengawasan ketat dari Mabes Polri, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga kredibilitas proses seleksi, serta menjamin bahwa seluruh peserta yang lolos adalah yang benar-benar berkompeten dan memiliki moral yang baik. (Hms/Stg)










