Home / Maluku

Rabu, 1 Oktober 2025 - 06:36 WIB

Polres SBT Tangkap Guru SMP di Bula yang Setubuhi Muridnya

MALUKU- JU, oknum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, ditangkap aparat Satreskrim Polres SBT. Pria 42 tahun ini dijerumuskan ke dalam rumah tahanan Polres SBT karena diduga menyetubuhi muridnya berusia 13 tahun.

Kasat Reskrim Polres SBT, AKP. Rahmat Ramdani S.Ap saat konferensi pers di aula Parama Satwika lantai 2 Polres SBT pada Selasa, 30 September 2025, menyampaikan, Tersangka yang merupakan Aparat Sipil Negara (ASN) dikenakan Pasal berlapis.

 

Tersangka dikenakan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 81 ayat (3) Undang – undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

“Tersangka dipidana atau diancam dengan pidana penjara paling lama 15 Tahun penjara ditambah 1/3 dari ancaman pidana pokok,” ungkap AKP. Rahmat, didampingi Kasi Humas Polres SBT, Ipda Muhamad Ali Kelian, S.H, dan Kanit PPA Polres SBT, Bripka I Made Marayasa, S.H.

Pelaku, warga Tansi Ambon ini telah diamankan di sel tahanan Polres SBT. Ia ditahan berdasarkan penetapan tersangka Nomor : S-Tap/48/IX/Res.1.24/2025 Tertanggal 28 September 2025, dan juga Nomor Surat Perintah Penahanan: Nomor : SP-Han/27/IX/Res.1.24/2025 Tertanggal 29 September 2025.

“Motif tersangka melakukan persetubuhan terhadap korban yaitu tidak bisa mengendalikan nafsu,” ungkapnya.

Kasus persetubuhan anak di bawah umur ini terjadi di salah satu SMP Negeri di Bula pada Juli 2025, sekitar pukul 11.30 WIT. Peristiwa ini berawal saat korban temannya sedang mengerjakan tugas bersama di kelas. Tak lama kemudian, Tersangka masuk dan langsung menggenggam tangan kiri korban.

Baca Juga  Kunjungi Siswa Diktuba Polri di SPN Polda Maluku, Kapolda: Asah Kemampuan Jadi Polisi Bermental Baik dan Cerdas

“Saat tangan korban dipegang tersangka, korban selanjutnya memegang tangan temannya dan memintanya memanggil ibu guru,” ungkapnya.

Setelah saksi memanggil ibu guru, tersangka kemudian menarik tangan dan mengancam korban. Korban kemudian disetubuhi setelah tersangka menutup dan mengunci pintu kelas. “Korban diancam yang selanjutnya tersangka melakukan pencabulan dan persetubuhan,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kepada orang tuanya. Tak terima, kasus ini kemudian dilaporkan orang tua korban ke polisi.

“Tersangka ditetapkan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup. Tersangka sudah ditahan dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.( Dhet ).

Share :

Baca Juga

Maluku

Penikaman Usai Pesta Pernikahan di Dusun Talaga, Pelaku Tewas – Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Maluku

Groundbreaking 205 SPPG Tambahan dan Panen Jagung, Kapolda Maluku Pastikan Mendukung Penuh

Maluku

Kapolda Maluku Perkuat Kemitraan Strategis dengan Media: Tekankan Peran Pemberitaan  “Harus Sejuk, Jangan Biarkan Hoaks Kuasai Ruang Publik”

Maluku

Kapolda Maluku Kunjungi Pondok Pesantren di Tual, Dorong Santri Jadi Agen Perdamaian dan Generasi Berkualitas

Maluku

Penyerahan Hewan Kurban Presiden RI di Maluku Jadi Simbol Kepedulian dan Persaudaraan, Kapolda: Keamanan Tumbuh dari Kebersamaan

Maluku

Polda Maluku Gelar Upacara Pengibaran Bendera,  Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-80 , Ini Pesan Kapolda

Maluku

Wakapolda Maluku Ikuti Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata Polri Jelang HUT ke-79 Bhayangkara

Maluku

Personel Polda Maluku Bakti Religi di Gereja Maranatha Ambon, Tuagama: Terima Kasih Polri

Contact Us