MALUKU, SRN -Polda Maluku menggelar kegiatan anjangsana secara serentak di sejumlah wilayah di Kota Ambon, Minggu (22/3/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kegiatan ini menyasar anak yatim dan yatim piatu melalui pemberian bantuan, motivasi, serta pendampingan moral.
Polda Maluku menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang humanis dan dekat dengan masyarakat melalui rangkaian kegiatan anjangsana yang dilakukan oleh para pejabat utama di berbagai titik di Kota Ambon.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh sejumlah pejabat strategis, di antaranya Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, Dirreskrimum Kombes Pol Dasmin Ginting, Karo SDM Kombes Pol Jemi Junaidi, serta pejabat utama lainnya dari berbagai satuan kerja.
Di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Karo Ops Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor mengunjungi dua anak yatim, Adrian Tabay dan Deyan Anto. Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, ia memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menatap masa depan.
“Jangan pernah putus asa dalam mengejar impian. Gantungkan cita-cita setinggi langit. Tetaplah belajar dengan tekun, karena masa depan yang cerah milik mereka yang mau berusaha dan berdoa,” ujar Kombes Ronald.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan kasih sayang dan dukungan moral bagi tumbuh kembang anak.
Pada lokasi yang sama, Dirreskrimum Polda Maluku Kombes Pol Dasmin Ginting turut mengunjungi seorang anak yatim piatu, Fatin Putri, yang hidup bersama neneknya dalam keterbatasan ekonomi. Selain memberikan motivasi, pihaknya juga berkomitmen membantu pengurusan hak pensiun keluarga yang belum terealisasi.
“Kami hadir untuk membantu mencari solusi, termasuk mengawal hak-hak administratif agar dapat diterima sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Sementara itu, Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Maluku yang diwakili Kompol Helda Misse Siwabessy juga melaksanakan kegiatan serupa dengan memberikan bantuan dan penguatan mental kepada anak yatim di Waiheru dan Waihaong.
Di wilayah lain, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi menyambangi anak-anak yatim piatu di kawasan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau. Bantuan berupa bingkisan Lebaran dan sembako disalurkan sebagai bentuk perhatian langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh sejumlah satuan kerja lainnya, antara lain:
* Dir Narkoba di Desa Wayame, menyasar tiga anak yatim
* Dir Intelkam, Dir Samapta, dan Dansat Brimob di berbagai lokasi di Kota Ambon
* Dir Polairud dan Dir Lantas melalui kegiatan bersama anjangsana
* Plt. Karo Logistik di wilayah Teluk Ambon
* Karo Rena dan Kasetum Polda Maluku
* Kabid TIK serta jajaran lainnya
* Kabid Humas Polda Maluku
* Kayanma Polda Maluku
* Kasetum Polda Maluku
Secara kolektif, kegiatan anjangsana ini menjangkau puluhan anak yatim dan yatim piatu di sedikitnya 7 titik lokasi berbeda di Kota Ambon, meliputi Desa Waiheru, Waihaong, Wayame, Pandan Kasturi, Kapaha, hingga kawasan Teluk Ambon.
Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Anjangsana ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian. Kami ingin memastikan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, penuh kehangatan, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan tali asih yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita.
Kegiatan anjangsana yang dilakukan secara serentak oleh Polda Maluku mencerminkan transformasi pendekatan Polri yang semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial, kehadiran negara melalui institusi kepolisian dalam bentuk empati dan aksi nyata menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Lebih dari sekadar simbolik, langkah kolektif ini juga menunjukkan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dibangun melalui pendekatan represif, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan. Anak-anak yatim sebagai kelompok rentan membutuhkan perhatian berkelanjutan, dan kehadiran Polri dalam ruang tersebut menjadi pesan kuat bahwa negara tidak abai.
Jika konsistensi ini terus dijaga, maka Polri tidak hanya akan dilihat sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang mampu membangun harapan di tengah masyarakat. ( Dhet ).











