Persiapan Pengamanan di Tengah Ancaman Potensial
Maluku Tengah, suararepubliknews.com – Sabtu, 26 Oktober 2024, jelang debat terbuka Pilkada calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2024-2025, Unit Penjinak Bom (Jibom) dan KBRN (Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir) dari Detasemen Gegana, Satuan Brimob Polda Maluku, melakukan sterilisasi menyeluruh di lokasi debat dan sekitarnya. Langkah pengamanan ini dipimpin oleh Ipda A.M. Nanlohy dan dilaksanakan tiga jam sebelum acara dimulai, memastikan lingkungan debat di The Natsepa Hotel, Kecamatan Salahutu, dalam kondisi aman dari potensi ancaman yang bisa membahayakan jalannya kegiatan.
Instruksi Tegas Kombes Pol Dostan Siregar: Utamakan Keamanan dan Profesionalisme
Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Dostan M. Siregar, S.I.K., M.M., dalam arahannya menegaskan pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh personel untuk selalu mengutamakan prinsip “cek and ricek,” “cross cek,” dan “fainal cek” dalam setiap tahapan pengamanan. Dengan demikian, berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu debat Pilkada dapat diantisipasi secara efektif.

Kombes Dostan juga menekankan bahwa kegiatan sterilisasi dilakukan untuk mencegah penggunaan bahan-bahan berbahaya yang mungkin mengancam keamanan. “Kita cegah ancaman atau temuan yang bisa saja menggunakan bahan-bahan berbahaya yang dapat mengganggu jalannya debat Cagub dan Cawagub periode 2024-2025,” ujarnya.
Dukungan Pengamanan Maksimal dengan 150 Personel
Sterilisasi yang dilakukan oleh dua unit Jibom dan KBRN melibatkan total 20 personel dengan menggunakan peralatan deteksi khusus untuk memastikan lokasi aman dari berbagai bahan berbahaya. Sterilisasi ini meliputi seluruh area di dalam dan sekitar lokasi debat, termasuk akses masuk dan fasilitas utama di The Natsepa Hotel.
Selain kegiatan sterilisasi, pengamanan lokasi debat juga diperketat dengan melibatkan 150 personel dari berbagai unit di Satuan Brimob Polda Maluku. Pengamanan dipimpin langsung oleh Danyon A Pelopor, Kompol Denny Sandera, S.H., S.I.K., M.H. Personel yang dikerahkan terdiri dari 100 anggota Kompi PHH Batalyon A Pelopor sebagai kekuatan tambahan Kapolda, 20 personel dari unit Jibom untuk sterilisasi, 20 personel Unit Aksi Khusus Escape VVIP yang melibatkan tiga unit kendaraan taktis (Tambora, Wolf, dan Remoeng), serta 10 personel dari Unit SAR.

Prosedur Pengamanan dan Sterilisasi yang Ketat
Dalam upaya memastikan keamanan maksimal, seluruh personel yang bertugas diwajibkan menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Pengamanan melibatkan berbagai prosedur, termasuk pemeriksaan berlapis, deteksi bahan kimia atau radioaktif, dan penanganan potensi ancaman secara cepat dan efektif. Setelah lokasi dinyatakan steril, pengawasan akan diserahkan kepada penanggung jawab pengamanan yang ditunjuk untuk memastikan kelancaran jalannya debat Pilkada.
Langkah-langkah pengamanan yang diterapkan oleh Polda Maluku ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menjamin pelaksanaan Pilkada yang aman dan tertib. Dengan melibatkan teknologi deteksi canggih dan personel yang terlatih, risiko gangguan dapat diminimalisir, sehingga debat terbuka calon gubernur dan wakil gubernur dapat berlangsung sesuai rencana dan memberikan informasi penting kepada masyarakat tentang visi dan misi para kandidat.
Pewarta: Dhet
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024









