Kondisi Yadi yang Makin Memprihatinkan Setelah Cedera Serius Akibat Demonstrasi Penolakan Ketua DPRD Lebak
Lebak, suararepubliknews.com – Yadi, seorang anggota Satpol PP Kabupaten Lebak yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi penolakan terhadap Ketua DPRD Lebak, dr Juwita Wulandari, kembali harus dirujuk ke rumah sakit lain setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif. Kondisinya kini semakin memprihatinkan, bahkan terancam mengalami kelumpuhan setelah cedera serius di bagian kepala dan tulang belakang yang ia alami saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Kabupaten Lebak pada 23 September 2024.
Cedera Serius Akibat Terjepit Pintu Gerbang DPRD Saat Aksi Demo Memanas
Insiden tragis yang menimpa Yadi dan rekan sesama anggota Satpol PP, Tono, terjadi saat sekelompok massa dari Paguyuban Masyarakat Peduli Lebak (PMPL) melakukan aksi demonstrasi. Massa menuntut agar dr Juwita Wulandari tidak dilantik sebagai Ketua DPRD Lebak periode 2024-2029. Dalam kekacauan aksi tersebut, Yadi dan Tono tertimpa pintu gerbang DPRD yang roboh, menyebabkan mereka mengalami cedera serius, terutama di bagian kepala.

Menurut keterangan Direktur RSUD Adjidarmo, dr Budhi Mulyanto, Yadi dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan tingkat kesadaran yang menurun drastis, sehingga harus langsung dilarikan ke ruang ICU. “Saat tiba di IGD, kesadaran korban sempat menurun karena trauma berat di bagian kepala. Kami langsung memasukkannya ke ICU, namun saat ini kondisinya sudah bisa diajak berkomunikasi meski belum sepenuhnya pulih,” jelas Budhi.
MRI Mengungkapkan Masalah Serius di Tulang Belakang Yadi, Berpotensi Sebabkan Kelumpuhan
Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Adjidarmo, Yadi menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RS Primaya, Tangerang, untuk memastikan kondisi kesehatannya yang semakin menurun. Hasil MRI tersebut mengungkapkan bahwa Yadi mengalami masalah serius pada saraf di leher dan tulang belakangnya. Menurut dokter, cedera ini yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan, terutama pada bagian tubuh bagian bawah.
“Gerakan tubuh bagian atas Yadi mulai sedikit merespons, namun bagian tubuh bawahnya masih belum menunjukkan perbaikan. Oleh karena itu, MRI dilakukan untuk mengetahui secara pasti titik masalah pada saraf yang menjadi keluhan,” lanjut Budhi. Dengan hasil ini, Yadi kini harus dirujuk ke RS Hermina Daan Mogot, Jakarta, guna mendapatkan penanganan lanjutan.
Terkendala Proses Pemulihan, Yadi Masih Diperjuangkan Agar Bisa Pulih dari Kelumpuhan
Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Dartim, yang terus memantau perkembangan kesehatan Yadi, menjelaskan bahwa kondisi Yadi masih belum stabil dan pemulihannya membutuhkan waktu yang lama. “Kemarin Yadi dirujuk ke RS Primaya untuk pemeriksaan MRI, dan hasilnya menunjukkan ada masalah di saraf lehernya. Kini, harus ada tindak lanjut di RS Hermina Daan Mogot untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Dartim pada Jumat (4/10/2024).
Pihak Satpol PP Kabupaten Lebak bersama keluarga Yadi terus berupaya mencari penanganan medis terbaik agar kondisi Yadi bisa pulih sepenuhnya. Keluarga besar Satpol PP juga terus menggalang dukungan untuk membantu biaya pengobatan Yadi yang semakin meningkat.
Peristiwa ini telah mengundang perhatian publik, khususnya di Kabupaten Lebak, mengingat insiden yang menimpa Yadi adalah akibat langsung dari aksi demonstrasi yang berujung ricuh. Pihak DPRD Kabupaten Lebak, aparat kepolisian, serta organisasi masyarakat diharapkan segera mengambil tindakan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Perjuangan Yadi untuk pulih dari ancaman kelumpuhan ini masih panjang. Dukungan moral dan materi dari berbagai pihak sangat diperlukan agar Yadi bisa kembali menjalani hidup normal seperti sedia kala. Kondisi ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak agar menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap aksi demonstrasi agar tidak berujung pada kekerasan atau korban jiwa.
Pewarta: Iwan H
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024









