Pengiriman sistem pertahanan udara ke Ukraina untuk membantu melindunginya dari rudal jelajah, roket, dan pesawat tak berawak Rusia merupakan “prioritas mutlak,” kata menteri luar negeri Jerman di Kyiv pada hari Selasa (21/05) setelah mengunjungi pembangkit listrik setempat yang sebagian besar hancur akibat serangan udara Rusia baru-baru ini.
Kyiv.SuaraRepublikNews.com, – Annalena Baerbock mengatakan bahwa “inisiatif global” yang diluncurkan oleh Jerman untuk menyediakan lebih banyak sistem pertahanan udara bagi Ukraina telah menghabiskan dana hampir 1 miliar euro (1,09 miliar dolar AS) “hanya saja sangat jelas bahwa masih banyak dana yang dibutuhkan,” katanya dalam sebuah konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
Dikutip dari Media Apnews, Jerman adalah pemasok bantuan militer terbesar kedua untuk Ukraina setelah Amerika Serikat.
Para pejabat Ukraina telah berbulan-bulan mengajukan permohonan kepada mitra-mitra Barat negaranya untuk memasok sistem pertahanan udara yang lebih canggih, terutama Patriot buatan AS, sehingga pasukan Kyiv dapat menghalau serangan udara Rusia yang telah menghantam negara itu selama perang. Area sipil serta jaringan listrik dan target militer telah berulang kali menjadi sasaran.
Seiring pengeboman berlangsung, pasukan Ukraina yang sudah mulai melemah berusaha menahan serangan sengit Rusia di sepanjang perbatasan timur dalam salah satu fase paling kritis dalam perang, yang dimulai pada 24 Februari 2022.(Stg)










