Home / Maluku

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:29 WIB

Konflik Sosial di Maluku Turun Drastis, Kapolda Maluku: Pers Jadi Mitra Strategis Menjaga Stabilitas Sosial di Era Disinformasi Digital

MALUKU, srn – Angka konflik sosial di Provinsi Maluku menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Di tengah capaian tersebut, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengajak insan pers untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat serta melawan penyebaran disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Hal itu disampaikan Kapolda Maluku saat memimpin kegiatan Duduk Bacarita Bersama Insan Pers yang digelar di Ruang Sagu, Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu (3/6/2026), menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Dalam forum yang dihadiri Wakapolda Maluku, Ketua PWI Provinsi Maluku, para pejabat utama Polda Maluku, pimpinan redaksi, dan jurnalis dari berbagai media di Maluku tersebut, Kapolda memaparkan perkembangan situasi keamanan yang menunjukkan hasil positif berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan data Polda Maluku, jumlah konflik sosial tercatat mengalami penurunan dari 126 kejadian pada tahun 2024 menjadi 96 kejadian pada tahun 2025. Sementara hingga pertengahan tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga Juni, jumlah konflik sosial yang tercatat hanya sebanyak enam kejadian.

“Pada tahun 2024 tercatat 126 kejadian konflik sosial. Tahun 2025 turun menjadi 96 kejadian. Sementara hingga pertengahan tahun 2026, dari Januari sampai Juni, tercatat hanya enam kejadian. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri bersama,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang terbangun antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh komponen masyarakat yang terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan di Maluku.

Ia menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga ruang sosial yang aman, damai, dan harmonis.

Baca Juga  Jamin Makanan Sehat untuk Ribuan Siswa, SPPG Polres Inhil dilengkapi Fasilitas Rapid Test

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Polisi hanya menjadi penggerak dan fasilitator, sedangkan keberhasilan menjaga perdamaian lahir dari kesadaran seluruh masyarakat,” tegasnya.

Kapolda secara khusus memberikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kondusivitas daerah melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus informasi digital, media arus utama dinilai memiliki posisi strategis sebagai penjaga kualitas informasi publik sekaligus benteng terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk disinformasi yang dapat memicu keresahan sosial.

“Media mainstream adalah benteng informasi yang sehat. Setiap berita yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Karena itu saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi rekan-rekan pers selama ini,” ungkap Kapolda.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga stabilitas sosial saat ini tidak hanya berasal dari konflik fisik di lapangan, tetapi juga dari penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial yang dapat memecah persatuan masyarakat.

Karena itu, Kapolda mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi mitra strategis dalam membangun literasi digital masyarakat dan memperkuat ketahanan sosial di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.

“Kita harus membangun kemampuan masyarakat untuk memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong. Literasi digital menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini,” ujarnya.

Selain penguatan literasi digital, Kapolda juga menekankan pentingnya investasi jangka panjang melalui pembinaan generasi muda. Menurutnya, sebagian besar Generasi Z di Maluku tidak mengalami secara langsung konflik sosial yang pernah terjadi pada akhir dekade 1990-an sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Baca Juga  Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu Ke-208 Tahun 2026.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kesadaran hukum sejak dini. Harapannya ketika mereka menjadi pemimpin di masa depan, mereka memiliki komitmen menjaga Maluku tetap damai dan harmonis,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, Kapolda juga menerima berbagai masukan dari insan pers terkait kondisi sosial, budaya, dan keamanan di Maluku, termasuk isu transparansi rekrutmen anggota Polri, perkembangan situasi kamtibmas, serta langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada berbagai agenda nasional maupun internasional.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan bahwa proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), serta diawasi secara ketat untuk menjamin objektivitas dan kepercayaan publik.

Mengakhiri dialog, Kapolda kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan utama Maluku dalam membangun perdamaian dan stabilitas sosial.

“Maluku Tarus Biking Bae dan Basudara Tarus Biking Bae. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama. Nilai pela gandong, persaudaraan, dan kearifan lokal harus terus kita jaga sebagai fondasi utama perdamaian di Maluku,” pungkasnya.

Penurunan signifikan angka konflik sosial dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator positif bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan media massa mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Di tengah tantangan era digital yang ditandai maraknya disinformasi dan polarisasi informasi, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku sebagai salah satu kawasan strategis di Indonesia Timur. ( Dhet ).

Share :

Baca Juga

Maluku

Antisipasi Kerawanan Saat Lebaran, Wakapolda Maluku Pimpin Tactical Floor Game Operasi Ketupat

Maluku

Polsek Saparua Garap Lahan Ketahanan Pangan Dukung Program Pemerintah

Maluku

Tingkatkan Kebugaran Fisik Layani Masyarakat Polda Maluku Gelar Olahraga Bersama

Maluku

Dialog Publik di RRI Ambon: Polda Maluku dan Tokoh Lintas Agama Serukan Ramadan Damai, Perkuat Persatuan hingga Idul Fitri

Maluku

Polda Maluku Berhasil Ungkap Kasus Minyak Ilegal dan Penyelundupan Merkuri

Maluku

Kapolda Maluku Hadiri Tradisi Purna Tugas Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri dan Pengantar Tugas Wakapolri Baru

Maluku

Cek Kesiapan Patroli Personel Dit Samapta Polda Maluku dan Polresta Ambon, Ini Penekanan Kapolda

Maluku

 Polsek Leihitu Evakuasi Ibu Alami Kontraksi Dini Hari: Bukti Nyata Implementasi Respon Time Kepolisian

Contact Us