Home / Tak Berkategori

Rabu, 29 Mei 2024 - 15:05 WIB

Memahami Dampak, dan Penanganan: Duduk Terlalu Lama di Tempat Kerja

Duduk terlalu lama di tempat kerja merupakan masalah yang semakin umum dihadapi oleh pekerja kantoran di seluruh dunia. Berdasarkan berbagai penelitian dan sumber medis, berikut ini adalah penjelasan mengenai dampak dari kebiasaan ini serta cara penanganannya.

Bandung, SuaraRepublikNews.com, – Menurut Dr. Ade Spesialis Kedokteran Olahraga dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dampak fisik dari duduk terlalu lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan gangguan musculoskeletal seperti nyeri punggung bawah dan leher. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang yang duduk selama lebih dari 8 jam sehari tanpa aktivitas fisik yang cukup memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih aktif.

Dampak Psikologis, menurut psikolog Dr. Andi dari Universitas Indonesia, duduk terlalu lama juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Kurangnya interaksi sosial dan perasaan terisolasi yang sering terjadi pada pekerja kantoran juga berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk.

Dr. Rina, seorang dokter umum dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, merekomendasikan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh duduk terlalu lama. Selain itu, penggunaan kursi ergonomis dan pengaturan meja kerja yang sesuai dapat membantu mencegah masalah musculoskeletal.

Dr. Joko Nugroho dari Pusat Penelitian Obat Tradisional Universitas Airlangga menyarankan penggunaan obat herbal seperti jahe dan kunyit untuk mengatasi peradangan dan nyeri. Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk teh, sedangkan kunyit bisa ditambahkan dalam masakan sehari-hari untuk mendapatkan manfaat anti-inflamasi alaminya.

Instruktur senam Eko Prasetyo dari Jakarta menekankan pentingnya melakukan peregangan dan senam ringan setiap satu jam sekali untuk mencegah dampak negatif dari duduk terlalu lama. Beberapa gerakan yang direkomendasikan antara lain peregangan leher dan bahu, peregangan punggung bawah, serta latihan kaki seperti berdiri dan berjalan di tempat selama beberapa menit. Senam ergonomis ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.

Menurut Dr. Irwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, mengatur jadwal untuk bangkit dari tempat duduk setiap 30 menit hingga satu jam sangat penting. Menggunakan standing desk atau meja berdiri juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi waktu duduk. Selain itu, memastikan posisi duduk yang benar dengan postur yang baik, seperti duduk dengan punggung tegak dan kaki rata di lantai, juga sangat membantu dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Penelitian dari berbagai sumber medis dan rekomendasi dari ahli menunjukkan bahwa meskipun duduk terlalu lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko tersebut. Menggabungkan gaya hidup aktif dengan penggunaan obat medis dan herbal, serta latihan peregangan rutin, sangat penting untuk menjaga kesehatan di tempat kerja. (Stg)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Bakamla RI dan Hellenic Coast Guard Bilateral Meeting 2025

Tangerang Raya

PERDAMAIAN dan KATA MAAF SANGAT MERINGANKAN HUKUMAN .

Jawa Barat

Gerak Jalan Indah Kesambi Tuai Apresiasi, Wali Kota Cirebon Ingin Jadi Agenda Tahunan Tingkat Kota
Kapolres Buru Hadiri Apel Kasatwil Polri 2024 di Akpol Semarang: Wujudkan Polri Presisi yang Mendukung Agenda Nasional
Desa Kresikan gelar Musrenbangdes,RKPDesa dan RKPD Kabupaten tahun anggaran 2025
Pengemis Pura-Pura Kaki Buntung di Duren Sawit Terungkap, Ditiru dari YouTube

Banten

LSM Laskar NKRI Bagikan Takjil Dibulan suci Ramadhan 1447 Hijriah
Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW 1445H/2023 Kp.Cihideung Desa Senanghati.

Contact Us