Home / Tak Berkategori

Rabu, 5 Juni 2024 - 22:14 WIB

Paus Serukan Dukungan Global untuk Mengatasi Krisis Hutang Negara-negara Miskin

Dunia harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi beban utang yang dihadapi oleh negara-negara berpenghasilan rendah untuk menghindari mereka memasuki siklus kemiskinan dan keputusasaan, kata Paus Fransiskus pada hari Rabu (05/06).

Vatikan, Suararepubliknews.com – Tingkat utang dunia mencapai rekor tertinggi sebesar ‘$313 triliun’ pada tahun 2023, dengan negara-negara berkembang mencapai puncak tertinggi untuk rasio utang terhadap produk domestik bruto mereka, menurut sebuah studi yang dirilis awal tahun ini.

Berbicara dalam sebuah konferensi di Vatikan mengenai keadaan darurat utang di negara-negara berkembang, Paus Fransiskus mengatakan bahwa masalah ini menyebabkan “kesengsaraan dan penderitaan” bagi jutaan orang di seluruh dunia.

“Untuk mencoba memutus siklus pembiayaan utang, perlu diciptakan sebuah mekanisme multinasional … yang memperhitungkan sifat global dari masalah ini dan implikasi-implikasi ekonomi, keuangan dan sosialnya,” kata Paus Fransiskus.

Pada tahun 2020, 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia menyepakati “Kerangka Kerjasama” untuk memperlancar proses restrukturisasi utang dan membantu negara-negara miskin untuk bangkit dari krisis, tetapi perkembangannya berjalan lambat.

Zambia membutuhkan waktu hampir empat tahun untuk keluar dari kondisi gagal bayar, dan meninggalkan beberapa pelajaran penting bagi negara-negara kaya tentang bagaimana kinerja rencana keringanan utang yang sangat mereka banggakan.

Saat ini tidak ada hukum internasional menyeluruh yang mengatur kebangkrutan internasional.

“Ketiadaan mekanisme seperti itu mendukung mentalitas ‘setiap orang untuk dirinya sendiri’, di mana yang paling lemah selalu kalah,” kata Paus, yang berasal dari Argentina, sebuah negara yang telah gagal membayar utangnya sebanyak tiga kali pada abad ini.

“Tidak ada pemerintah yang secara moral dapat mengharuskan rakyatnya menderita kekurangan yang tidak sesuai dengan martabat manusia,” tambahnya.

Dikutop dari Anews, Gereja Katolik Roma akan mengadakan Tahun Suci, atau Yubileum, pada tahun 2025 salah satu waktu yang paling penting dalam kalender Gereja dan paus telah meminta negara-negara kaya untuk menandai acara tersebut dengan menawarkan keringanan utang bagi negara-negara miskin.

Menghadiri konferensi Vatikan, ekonom pemenang Hadiah Nobel Joseph Stiglitz mengatakan bahwa pandemi COVID dan perang di Ukraina telah memberikan guncangan besar pada ekonomi global, mendorong dunia ke “ambang” krisis utang negara yang baru.

“Kita membutuhkan restrukturisasi utang jangka panjang dan penataan ulang arsitektur ekonomi global untuk memastikan bahwa hal ini tidak terjadi lagi,” katanya. (Stg)
[20.38, 5/6/2024] Sitanggang Cimahi: Sumber:https://www.anews.com.tr/world/2024/06/05/pope-calls-for-global-push-to-tackle-poor-nations-debt-crises

Share :

Baca Juga

Penutupan  Festival HUT Ke-194 Anyer, Camat Bagikan Doorprize dan Hadiah Menarik

Tangerang Raya

Brigadir Fernando Pantau Tanaman Jagung Milik Warga Binaan Dalam Program Ketahanan Panongan
Yasonna Laoly Diperiksa KPK Terkait Harun Masiku
Bupati Bersama Wakil Bupati Samosir Terima Kunjungan Kerja DPRD Provsu Komisi C 
Kerja Nyata ! Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Membantu Membangun Rumah Warga
Skandal PPDB 2024 di SMKN 9 Tangerang: Masyarakat Mendesak Gubernur Almuktabar Bertindak Tegas

Jawa Barat

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Pemkot Cirebon Serius Garap Skema KPBU untuk Penataan Cahaya Kota
Zero Waste School Program Meningkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Lingkungan Di Sekolah

Contact Us