Pertempuran di kota Rafah, di mana Israel menargetkan brigade-brigade yang tersisa dari gerakan militan Hamas, akan terus berlanjut, kata pihak militer.
Yerusalem, suararepubliknews.com – Militer Israel mengatakan pada hari Minggu (16/06) bahwa pihaknya akan mengadakan jeda taktis harian dalam aktivitas militer di sepanjang jalan utama di Gaza selatan untuk memungkinkan lebih banyak bantuan mengalir ke daerah jajahan tersebut, di mana organisasi-organisasi bantuan internasional telah memperingatkan akan meningkatnya krisis kemanusiaan.
Dikatakan bahwa aktivitas militer akan dihentikan dari pukul 05.00 GMT sampai 16.00 GMT (Waktu setempat)setiap hari sampai pemberitahuan lebih lanjut di sepanjang jalan yang mengarah dari Persimpangan Kerem Shalom ke Jalan Salah al-Din dan kemudian ke arah utara.
Dikutip dari media Reuters, meskipun ada tekanan internasional yang meningkat untuk gencatan senjata, kesepakatan untuk menghentikan pertempuran masih terlihat jauh, lebih dari delapan bulan sejak dimulainya perang di daerah kekuasaan Palestina. Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon membuka front kedua melawan Israel tak lama setelah serangan Hamas pada 7 Oktober memicu perang di Gaza. Pertempuran di perbatasan Israel-Lebanon kini berpotensi menjadi konflik yang lebih luas. Puluhan ribu orang telah mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Dalam sebuah pertanda lebih lanjut bahwa pertempuran di Gaza dapat berlarut-larut, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan memperpanjang hingga 15 Agustus untuk mendanai hotel-hotel dan wisma-wisma bagi para penduduk yang dievakuasi dari kota-kota perbatasan Israel selatan.
Hamas melakukan serangan di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut perhitungan Israel. Sedikitnya 37.296 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan militer Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza. (Stg)











