Home / Tak Berkategori

Senin, 24 Juni 2024 - 16:47 WIB

Kebakaran di Pabrik Baterai Korea Selatan Tewaskan 16 Orang

Kebakaran terjadi di pabrik yang dijalankan oleh produsen baterai Aricell di Hwaseong, sekitar 90 menit barat daya Seoul

Kebakaran terjadi di pabrik yang dijalankan oleh produsen baterai Aricell di Hwaseong, sekitar 90 menit barat daya Seoul

Tragedi di Hwaseong: Pabrik Baterai Meledak, Operasi Pencarian Terus Berlanjut

Hwaseong, suararepubliknews.com – Sebuah kebakaran besar yang dipicu oleh ledakan hebat menghancurkan sebuah pabrik baterai lithium di Korea Selatan pada hari Senin (24/06), menewaskan sedikitnya 16 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung untuk lima orang lainnya yang masih hilang, menurut pejabat pemadam kebakaran setempat.

Kronologi Kejadian

Kebakaran terjadi di pabrik yang dijalankan oleh produsen baterai Aricell di Hwaseong, sekitar 90 menit barat daya Seoul. Api mulai berkobar setelah serangkaian sel baterai meledak di dalam gudang yang berisi sekitar 35.000 unit baterai. Hingga kini, penyebab ledakan tersebut masih belum jelas diketahui, ujar Kim Jin-young, seorang pejabat pemadam kebakaran setempat.

Proses Evakuasi

Saksi mata mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran memindahkan hingga enam mayat keluar dari pabrik. Kim Jin-young menambahkan bahwa karena intensitas kobaran api, tim penyelamat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi para korban. Dikutip dari media Reuters, dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi, Kim menyebutkan bahwa 16 orang korban telah meninggal dunia, sementara dua orang korban lainnya mengalami luka bakar dan cedera serius.

Upaya Penyelamatan

Tim penyelamat saat ini berada di dalam pabrik dan berusaha mencari lima orang yang masih belum ditemukan. Profesor Kim Jae-ho dari Universitas Daejeon menjelaskan bahwa bahan baterai seperti nikel sangat mudah terbakar, sehingga para pekerja mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri. Presiden Yoon Suk Yeol dilaporkan memantau situasi ini secara langsung, sementara Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min meminta pihak berwenang setempat untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah bahan kimia berbahaya mencemari lingkungan sekitar.

Profil Perusahaan

Aricell, yang didirikan pada tahun 2020, memproduksi baterai primer lithium untuk sensor dan perangkat komunikasi radio. Perusahaan ini memiliki 48 karyawan menurut pengajuan peraturan terbaru dan profil Linkedin-nya. Panggilan ke kantor Aricell tidak dijawab. Mayoritas saham perusahaan ini dimiliki oleh S-Connect, yang terdaftar di indeks junior Kosdaq. Saham S-Connect ditutup turun 22,5% setelah kejadian ini. Tayangan langsung di televisi menunjukkan petugas pemadam kebakaran menyemprot bangunan baja dan beton yang rusak. Beberapa bagian dari lantai atas runtuh, dan potongan-potongan besar bangunan tampak seperti terlempar ke jalan akibat ledakan.

Upaya Keselamatan di Korea Selatan

Korea Selatan, sebagai negara dengan ekonomi industri yang besar, terus berupaya meningkatkan catatan keselamatannya setelah beberapa kecelakaan di masa lalu yang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan industri, terutama dalam menangani bahan-bahan yang mudah terbakar dan berbahaya. (Stg)

Share :

Baca Juga

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Eselon III Kejati Maluku: Pembaruan Penting dalam Struktur Kejaksaan
LeBron James Sang Pahlawan: Lay-up Ajaib yang Menyelamatkan AS dari Kekalahan Terbesar

Tangerang Raya

Dugaan Skandal Limbah B3 di Pasar Kemis,Bak Lingkaran Obat Nyamuk. Sindikat Pejabat Publik.
Saat Jam Komandan, Anggota Korem 174 Melakukan Ini
Usai Naiki Kendaraan Tempur Kontingen Garuda, Panglima TNI Perintahkan Ganti
Pemkab Humbahas Hadiri Peresmian Gedung Sanika Satyawada di Gedung Polres Humbahas
Ramalan Zodiak 1 Juni 2024: Awal yang Cerah
Kapolres Buru dan Dandim 1506/Namlea Pantau Langsung Perhitungan Suara Pilkada

Contact Us