Home / Tak Berkategori

Jumat, 6 Desember 2024 - 08:41 WIB

Cireundeu Festival 2024: Meriahkan Pelestarian Budaya Lokal di Cimahi

Pemerintah Kota Cimahi kembali mempertegas komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal melalui Cireundeu Festival 2024, yang berlangsung pada 5-7 Desember 2024 di Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan

Pemerintah Kota Cimahi kembali mempertegas komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal melalui Cireundeu Festival 2024, yang berlangsung pada 5-7 Desember 2024 di Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan

Festival budaya tiga hari ini menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi Kampung Adat Cireundeu

Cimahi, suararepubliknews.com – Pemerintah Kota Cimahi kembali mempertegas komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal melalui Cireundeu Festival 2024, yang berlangsung pada 5-7 Desember 2024 di Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan. Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, mulai dari Pasanggiri Calung se-Jawa Barat, Jelajah Kampung Cireundeu, hingga Pagelaran Wayang Golek.

Kampung Adat Cireundeu: Simbol Kearifan Lokal

Penjabat Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan warisan sejarah. “

Budaya adalah bahasa masyarakat. Melestarikan budaya menyatukan kita dalam harmoni yang indah,” ujar Dicky saat pembukaan festival.

Ia juga menekankan bahwa Kampung Adat Cireundeu bukan sekadar tempat tinggal, tetapi pusat pelestarian budaya yang hidup dan berkembang meskipun zaman terus berubah.

Pengakuan Resmi sebagai Masyarakat Hukum Adat

Pada kesempatan tersebut, Pj. Wali Kota Cimahi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kampung Adat Cireundeu sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA). Pengakuan ini menjadi bukti keunikan dan kearifan lokal yang dimiliki Kampung Cireundeu, sekaligus memberikan dasar hukum untuk perlindungan dan pengembangan budaya di sana.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kota Cimahi. Dengan adanya SK ini, kami berharap Kampung Cireundeu semakin dikenal dan mendapat perhatian dari berbagai pihak,” tambah Dicky.

Rangkaian Acara dan Potensi Wisata

Festival ini menyuguhkan berbagai aktivitas yang memadukan seni, budaya, dan edukasi, seperti:

  • Pasanggiri Calung se-Jawa Barat
  • Pertunjukan dan Workshop Angklung Buncis
  • Dialog Budaya dan Eksibisi Permainan Tradisional
  • Jelajah Wisata Cireundeu
  • Pagelaran Wayang Golek

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Cimahi, Achmad Nuryana, optimis bahwa kebudayaan tradisional dapat mendunia jika dikelola dengan strategi yang tepat.

“Kita harus melestarikan dan memajukan budaya tradisional agar dikenal generasi muda dan dunia,” ujarnya.

Tantangan dan Harapan

Meski infrastruktur masih menjadi kendala, Pemkot Cimahi berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata Kampung Cireundeu. Dicky berharap festival ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya, sekaligus menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Pewarta: Bid IKPS & Tera
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Dalam Kasus Lahan Lie Pie Guan, Lurah Selapang Jaya Bungkam Penyidik dengan Dokumen Jaman Sun Go Kong
Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Percepat Program Nuklir: Siap Gunakan Jika Diserang

Banten

Tangani Sampah, Pemkab Serang Dorong Pembangunan dan Optimalisasi TPS 3R
Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan Turut Semarakkan HUT RI ke-78 di Muba
Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan Hadiri Syukuran HUT Ke-79 Kejaksaan RI di Ambon: Apresiasi dan Harapan untuk Sinergi Penegakan Hukum yang Lebih Baik
Michelle Yeoh: Sang Bintang Asia yang Menginspirasi Dunia
Sosialisasikan Akun Media Sosial Humas Polres Humbahas Kepada Masyarakat.

Maluku

Polri Salurkan 627 Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana, Salah Satunya di Aceh Tamiang

Contact Us