Home / Tak Berkategori

Minggu, 30 Juni 2024 - 11:34 WIB

Korea Utara Kritik Latihan Militer Gabungan Korea Selatan, Jepang, dan AS

Kapal induk AS bertenaga nuklir, Theodore Roosevelt, tiba di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan, pada awal bulan ini yang ikut serta dalam latihan militer bersama dengan negara tuan rumah Korea Selatan dan Jepang

Kapal induk AS bertenaga nuklir, Theodore Roosevelt, tiba di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan, pada awal bulan ini yang ikut serta dalam latihan militer bersama dengan negara tuan rumah Korea Selatan dan Jepang

Latihan Militer Berskala Besar “Freedom Edge” dan Tuduhan NATO Versi Asia

Seoul, suararepubliknews.com – Korea Utara mengkritik latihan militer gabungan yang diadakan oleh Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat bulan ini. Menurut media negara Korea Utara, latihan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara ketiga negara telah berkembang menjadi “NATO versi Asia.” Latihan berskala besar yang disebut “Freedom Edge” dimulai pada hari Kamis (27/06) yang lalu, dimana melibatkan kapal destroyer angkatan laut, jet tempur, dan kapal induk bertenaga nuklir AS, Theodore Roosevelt. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pertahanan terhadap rudal, kapal selam, dan serangan udara.

Latar Belakang Latihan

Latihan ini dirancang pada KTT tiga negara di Camp David tahun lalu untuk memperkuat kerja sama militer di tengah ketegangan di semenanjung Korea akibat uji coba senjata Korea Utara. Pyongyang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan penguatan blok militer yang dipimpin oleh AS dan sekutunya. Korea Utara berkomitmen untuk melindungi perdamaian regional dengan respons yang agresif dan besar-besaran, menurut pernyataan kementerian luar negeri Korea Utara yang dikutip oleh kantor berita KCNA.

Tudingan dan Bantahan

Kementerian luar negeri Korea Utara juga menuduh Washington terus berupaya menghubungkan Korea Selatan dan Jepang dengan NATO, dengan menambahkan bahwa upaya Korea Selatan untuk memasok senjata ke Ukraina adalah salah satu contohnya. Korea Selatan sendiri mengatakan akan mengevaluasi potensi untuk memasok senjata secara langsung ke Ukraina, sebagai protes terhadap pakta pertahanan bersama yang ditandatangani oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Korea Selatan dan Amerika Serikat menuduh Korea Utara memasok senjata ke Rusia yang digunakan dalam pertempuran di Ukraina. Namun, baik Rusia maupun Korea Utara menyangkal adanya transaksi tersebut.

Pertemuan Penting di Korea Utara

Pada hari Sabtu (29/06), dilansir dari media Reuters, partai berkuasa Korea Utara mengadakan pertemuan penting yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Pertemuan tersebut membahas “penyimpangan-penyimpangan” yang menghambat pembangunan ekonomi dan menetapkan target-target untuk paruh kedua tahun ini, menurut media pemerintah. Korea Utara telah lama mengkritik latihan gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi dan bukti dari kebijakan yang tidak bersahabat yang dilakukan oleh Washington dan Seoul. Tahun lalu, ketiga negara ini juga menggelar latihan pertahanan rudal angkatan laut dan latihan anti-kapal selam bersama untuk meningkatkan reaksi terhadap ancaman Korea Utara. (Stg)

Share :

Baca Juga

Maluku

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Maluku: Polri Harus Menjadi Penengah dan Solusi dalam Konflik Antar-Negeri

Jawa Barat

Wakil Wali Kota dan Wamenperin Bahas Strategi Proteksi Industri Lokal
Hujan Deras Akibatkan Meluapnya Sungai Citaritih Desa Pondokpanjang 11 Rumah Warga Jadi Korbannya.
Dorham Marbun
Polda Maluku Raih WTP Ke-11 Berturut-Turut dari BPK RI: Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel
7 KPM Terima BLT DD tahap Tiga tahun 2026 Desa Pakisrejo
Dua Desa Di Lebak Menjadi Pilot Project DRPPA.

Daerah

Hari Ke-5 Penanganan Banjir Bandang, Karo Ops Polda Papua Barat Tinjau Lokasi Bencana di Pegunungan Arfak

Contact Us