Home / Tak Berkategori

Minggu, 11 Agustus 2024 - 16:01 WIB

Airlangga Hartarto Mundur dari Ketua Umum Partai Golkar: Agus Gumiwang Siap Jadi Plt

Ahad, 11 Agustus 2024, Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar

Ahad, 11 Agustus 2024, Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar

Jakarta, suararepubliknews.com – Airlangga Hartarto Resmi Mundur Pada Ahad, 11 Agustus 2024, Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Keputusan ini telah diresmikan melalui penandatanganan surat pengunduran diri yang dilakukan pada Sabtu malam, 10 Agustus 2024. Dalam sebuah keterangan video, Airlangga menyatakan bahwa pengunduran dirinya dilakukan demi menjaga keutuhan Partai Golkar, serta memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Munaslub Golkar Dijadwalkan pada 25 Agustus 2024

Partai Golkar, melalui pengurus terasnya, mengonfirmasi rencana untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 25 Agustus 2024 mendatang. Munaslub ini akan menjadi ajang bagi partai untuk memilih pimpinan baru, sekaligus menetapkan arah baru partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Dalam masa transisi ini, Agus Gumiwang, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian, dikabarkan akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum hingga proses pemilihan selesai.

Skenario Penggantian Kepemimpinan

Seiring dengan pengunduran diri Airlangga, sejumlah skenario penggantian kepemimpinan di Partai Golkar mulai mencuat. Salah satu nama yang kuat disebut-sebut untuk menggantikan Airlangga adalah Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. Bahlil, yang juga dikenal memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo, diperkirakan akan menjadi calon kuat dalam Munaslub mendatang.

Kritik dan Tekanan Internal Partai

Desakan agar Airlangga mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Golkar sebenarnya sudah terdengar sejak pertengahan tahun lalu. Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam, secara terbuka meminta Airlangga untuk melepaskan jabatannya, mengingat kegagalannya dalam memenuhi mandat partai untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Beberapa kader Golkar lainnya, seperti Sirajuddin Abdul Wahab dari Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), juga mengkritik kepemimpinan Airlangga yang dinilai gagal dan mendukung pelaksanaan Munaslub.

Tuduhan Korupsi Menambah Beban Airlangga

Selain tekanan politik, seperti di kutip dari berbagai sumber, Airlangga juga harus menghadapi dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah yang saat ini tengah diproses oleh Kejaksaan Agung. Kasus ini semakin memperburuk posisi Airlangga di internal partai, yang akhirnya mendorongnya untuk mundur demi menjaga marwah Partai Golkar.

Hubungan Jokowi dan Prabowo

Di tengah isu pengunduran diri Airlangga, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada diskusi antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo mengenai hal tersebut. Dasco juga menegaskan bahwa Prabowo tidak ingin mencampuri urusan internal Partai Golkar, yang merupakan mitra koalisi penting dalam pemerintahan.

Agus Gumiwang Siap Ambil Alih Kepemimpinan

Dengan mundurnya Airlangga, Agus Gumiwang disebut-sebut akan mengisi posisi Plt Ketua Umum hingga Munaslub digelar. Namun, hubungan antara Agus dan Airlangga yang dikabarkan sedang tidak harmonis, menambah ketegangan dalam internal partai. Meski demikian, Partai Golkar berkomitmen untuk menjalankan semua proses pergantian kepemimpinan dengan damai dan tertib, sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.

Bahlil Lahadalia, Calon Kuat Pengganti Airlangga

Nama Bahlil Lahadalia mencuat sebagai calon kuat pengganti Airlangga dalam Munaslub nanti. Manuver Bahlil untuk merebut kursi Ketua Umum Golkar sudah lama diisukan, bahkan disebut-sebut mendapat restu dari Presiden Joko Widodo. Jika Bahlil berhasil mengambil alih kepemimpinan, ada kemungkinan Jokowi akan diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, sebuah posisi strategis yang dapat mengonsolidasikan kekuatan partai di bawah kepemimpinan baru.

Dengan pengunduran diri ini, Partai Golkar berada di persimpangan jalan, di mana keputusan-keputusan yang diambil dalam beberapa minggu ke depan akan sangat menentukan arah masa depan partai yang telah lama menjadi salah satu pilar politik Indonesia ini. (Stg)

Share :

Baca Juga

Tapanuli Raya

Bupati Humbahas Instruksikan Jajarannya Rutin Laksanakan Gerakan Indonesia ASRI

Maluku

Apel Gabungan Personel Polda Maluku, Karo Ops: Tugas Kita Melayani dan Melindungi Masyarakat

Maluku

Stabilisasi Harga Beras Satgas Pangan Polda Maluku Rakor Bersama Distributor dan Pelaku Usaha
Ratusan Putra Putri Ambon Ikuti SKD CPNS Kejaksaan di Kejati Maluku
Cara Kopi Menjadi Mood Booster dan Menjaga Kesehatan Mental Anda
1.547 Lulusan Periode Desember 2023, Gubernur : Unpatti Wajib Merespon Tuntunan Perkembangan
Proyek Normalisasi Saluran Irigasi Bojong Rengat Diduga Tidak Sesuai Standar: Masyarakat Soroti Kualitas dan Pengawasan
Wakapolri Pimpin Upacara Pelepasan Kontingen Garuda Bhayangkara: Misi Perdamaian PBB ke Afrika Tengah Siap Dilaksanakan

Contact Us