Home / Tak Berkategori

Jumat, 23 Agustus 2024 - 02:58 WIB

Megawati Soekarnoputri Menyinggung Istilah “Raja Jawa” dari Bahlil Lahadalia: “Aku Mau Kenalan Juga”

Dalam acara pengumuman bakal calon kepala daerah tahap kedua yang diadakan di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2024), Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara terang-terangan menyinggung pernyataan kontroversial dari Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Bahlil Lahadalia

Dalam acara pengumuman bakal calon kepala daerah tahap kedua yang diadakan di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2024), Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara terang-terangan menyinggung pernyataan kontroversial dari Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Bahlil Lahadalia

Jakarta, suararepubliknews.com – Dalam acara pengumuman bakal calon kepala daerah tahap kedua yang diadakan di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2024), Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara terang-terangan menyinggung pernyataan kontroversial dari Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Bahlil Lahadalia. Istilah “Raja Jawa” yang disampaikan Bahlil menjadi sorotan utama dalam pidato Megawati di hadapan para kader dan calon kepala daerah yang hadir.

Megawati: “Raja Jawa? Aku Mau Kenalan Juga Deh!”

Megawati, dalam pidatonya yang penuh canda namun tetap tajam, mengaku tertawa saat mendengar istilah “Raja Jawa” yang dilontarkan Bahlil Lahadalia. Menurut Megawati, pernyataan tersebut membuatnya berpikir apakah benar-benar ada “Raja Jawa” yang dimaksud, mengingat Bahlil sendiri berasal dari Banda Neira, Maluku.

“Saya ketawa pagi-pagi ini, karena saya dengar Pak Bahlil ngomong soal ‘Raja Jawa’. Saya langsung mikir, kapan ada Raja Jawa? Aku mau kenalan juga deh sama Raja Jawanya,” ucap Megawati sambil tertawa.

Bahlil Lahadalia: “Hati-Hati dengan Raja Jawa”

Pernyataan yang disinggung Megawati sebenarnya berasal dari pidato Bahlil Lahadalia saat terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/8/2024). Dalam pidatonya, Bahlil mengingatkan para kader Golkar untuk berhati-hati dan tidak bermain-main dengan “Raja Jawa”.

“Soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main celaka kita. Saya mau kasih tahu aja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu,” ujar Bahlil, dengan nada serius yang mencerminkan peringatan kepada para kader Golkar.

Tanggapan Megawati dan Signifikansi Istilah “Raja Jawa”

Dikutip dari berbagai media terpercaya, meskipun Megawati menyinggung istilah tersebut dengan nada bercanda, tanggapan ini menunjukkan sensitivitas yang muncul dari pernyataan Bahlil. Istilah “Raja Jawa” dalam konteks perpolitikan Indonesia, terutama dalam dinamika partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar, mengandung implikasi yang lebih luas, terutama terkait kekuasaan dan pengaruh politik.

Megawati yang memiliki akar kuat dalam sejarah politik Indonesia, termasuk hubungannya dengan tokoh-tokoh penting di Jawa, tampaknya tidak ingin istilah tersebut digunakan secara sembarangan atau menimbulkan salah paham di kalangan publik maupun internal partai. (Stg)

Share :

Baca Juga

Merasa Terpanggil Ikram Umasugi Siap Mundur Dari Anggota DPR Terpilih Provinsi Maluku Untuk Mendaptarkan Dirinya Sebagai Calon Bupati Buru Periode 2024-2029

Maluku

Wakapolda Maluku Pimpin Anev, Target Ketahanan Pangan 7.000 Ton Jadi Sorotan

Maluku

Pastikan Pengamanan dan Pelayanan Publik Optimal, Wakapolda Maluku Cek Langsung Seluruh Kendaraan Dinas Penunjang Tugas Kepolisian
Koperasi Syariah BMI Berikan Bantuan Rumah Hibah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu
Salma Komikus Lulusan UNS Ikut Seleksi SIPSS Polri, Jago Bahasa Jepang

Jawa Barat

DKM Mesjid Jami’ul Hidayah Pasar Bale Endah, Idul Adha 1446 H, Menyembelih Hewan Qurban.
Menaker akan Revisi Aturan Program JHT
Sebanyak 58 Personel BKO di berangkatkan ke Polres SBT Oleh Polda Maluku.

Contact Us