Bandung, suararepubliknews.com- Saat merencanakan kehamilan, banyak pasangan fokus pada masa subur wanita. Namun, tahukah Anda bahwa sekitar 30% masalah kesuburan berasal dari pihak pria? Oleh karena itu, pria juga perlu berperan aktif dalam mengetahui masa subur mereka agar program hamil bisa berjalan dengan baik.
Apa Itu Masa Subur pada Pria?
Masa subur pria mengacu pada periode di mana kualitas sperma berada dalam kondisi terbaik. Berbeda dengan wanita yang memiliki jendela kesuburan tertentu setiap bulan, pria menghasilkan sperma secara konstan. Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana kualitas sperma berada di puncaknya.
Sperma berkualitas tinggi sangat penting dalam proses pembuahan. Kualitas ini dilihat dari bentuk, jumlah, dan pergerakan sperma. Pria dengan sperma yang rendah atau kualitas buruk mungkin menghadapi kesulitan untuk membuahi pasangan mereka.
Cara Menghitung Masa Subur pada Pria
Masa subur pria tidak dapat dihitung dengan kalender seperti halnya wanita. Namun, sebuah studi yang diterbitkan dalam Chronobiology International (2018) menunjukkan bahwa waktu ejakulasi dapat mempengaruhi kualitas sperma. Sperma terbaik biasanya dihasilkan pada pagi hari, sebelum pukul 7.30.
Cuaca dan suhu juga memainkan peran penting. Di negara-negara tropis seperti Indonesia, waktu subuh hingga pagi hari merupakan waktu optimal untuk berhubungan intim karena suhu udara yang lebih sejuk mendukung kualitas sperma.
Tanda-Tanda Masa Subur pada Pria
Tidak ada tanda-tanda yang spesifik untuk menunjukkan bahwa pria sedang dalam masa subur, karena sperma terus diproduksi dan siap digunakan kapan saja. Namun, kualitas sperma biasanya paling baik pada pagi hari. Oleh karena itu, pasangan yang sedang menjalani program hamil disarankan untuk melakukan hubungan seksual di pagi hari.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesuburan Pria
Beberapa faktor dapat mempengaruhi kesuburan pria, di antaranya:
- Gaya hidup: Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, stres, dan obesitas dapat menurunkan kualitas sperma.
- Paparan lingkungan: Terpapar suhu panas atau bahan kimia berbahaya dapat mengganggu produksi sperma.
- Kesehatan: Masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi kesuburan.
Sampai Kapan Masa Subur Pria Berlangsung?
Kesuburan pria mulai menurun secara signifikan pada usia 40–45 tahun, seiring dengan menurunnya kualitas sperma. Di usia ini, peluang untuk membuahi pasangan secara alami juga menurun. Meskipun demikian, masih mungkin untuk terjadi kehamilan, hanya saja kemungkinannya lebih kecil dibandingkan ketika pria berada di usia 20 hingga 40 tahun.
Tes Kesuburan untuk Pria
Jika pasangan belum hamil setelah mencoba secara teratur selama satu tahun, tes kesuburan bisa menjadi solusi untuk mengetahui apakah ada masalah pada pria. Berikut adalah beberapa prosedur yang biasa dilakukan:
- Evaluasi Medis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gaya hidup, dan kebiasaan pria, seperti merokok, olahraga, atau konsumsi obat-obatan.
- Analisis Sperma: Sampel air mani akan dianalisis untuk melihat jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Hal ini membantu dokter mengetahui apakah ada masalah dalam produksi atau kualitas sperma.
Kesuburan pria berperan penting dalam keberhasilan kehamilan. Masa subur pria bisa dioptimalkan dengan memperhatikan waktu ejakulasi, yang terbaik dilakukan pada pagi hari. Menjaga gaya hidup sehat dan melakukan tes kesuburan jika diperlukan bisa menjadi langkah penting dalam merencanakan kehamilan yang sukses. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda dan pasangan mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan. (Stg)
Sumber:
What You Can Expect at a Male Fertility Evaluation. (2019). University Hospitals. Retrieved June 12, 2023, from https://www.uhhospitals.org/blog/articles/2019/07/what-you-can-expect-at-a-male-fertility-evaluation/
Optimizing Male Fertility. (2012). American Society for Reproductive Medicine. Retrieved June 12, 2023, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/optimizing-male-fertility/
Male infertility. (2021). Mayo Clinic. Retrieved June 12, 2023, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773
Age and fertility. (2021). Better Health Channel. Retrieved June 12, 2023, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/age-and-fertility
Xie, M., Utzinger, K. S., Blickenstorfer, K., & Leeners, B. (2018). Diurnal and seasonal changes in semen quality of men in subfertile partnerships. Chronobiology international, 35(10), 1375–1384. https://doi.org/10.1080/07420528.2018.1483942
Harris, I. D., Fronczak, C., Roth, L., & Meacham, R. B. (2011). Fertility and the aging male. Reviews in urology, 13(4), e184–e190. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253726/










