Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Menolak Evaluasi Terhadap Kinerja Dandim yang Baru Dilantik
Namlea, suararepubliknews.com – M Kadafi Alkatiri, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, menyampaikan dukungan penuh terhadap Dandim 1506/Namlea yang baru dilantik pada 3 Agustus 2024. Dalam pernyataannya, Kadafi menegaskan bahwa Dandim harus diberikan kesempatan untuk menyusun rencana kerja yang terukur dan terstruktur dalam menjalankan tugas barunya. Dukungan ini diberikan karena keyakinan bahwa Dandim 1506/Namlea mampu menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya.
“Pa Dandim harus kita dukung dalam menyusun Fixed plan yang benar-benar terukur. Karena itu, tidak ada alasan yang kuat untuk mengevaluasi kinerja Dandim 1506/Namlea saat ini,” kata Kadafi.
Respons Terhadap Aksi SOMASI: Evaluasi Dandim Dianggap Terburu-buru
Pernyataan Kadafi ini merespons tuntutan dari Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Satu Indonesia (SOMASI), yang meminta Panglima TNI mencopot Dandim 1506/Namlea terkait isu pertambangan ilegal di Gunung Botak. Tuntutan tersebut sebelumnya dipublikasikan di salah satu media online, di mana SOMASI mengkritik keterlibatan Dandim dalam penanganan masalah tambang.
Namun, Kadafi menilai tuntutan tersebut terlalu prematur dan tidak berdasar. “Pernyataan yang meminta evaluasi Dandim terlalu terburu-buru dan mengada-ada, mengingat usia kerja Dandim 1506/Namlea yang masih sangat dini,” jelas Kadafi.
IMM Dukung Kinerja Dandim Selama Sesuai Tugas Pokok dan Fungsi
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru menyatakan komitmen mereka untuk mendukung segala langkah Dandim 1506/Namlea selama masih sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). Menurut Kadafi, IMM akan selalu siap berdiri di belakang Dandim dalam rangka menjalankan tugas pengamanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan ini akan terus berjalan selama tugas yang diemban oleh Dandim sesuai dengan tanggung jawabnya,” tutup Kadafi dalam pernyataannya. (Dhet)










