Home / Tak Berkategori

Senin, 7 Oktober 2024 - 14:09 WIB

Debat Perdana Pilkada Jakarta 2024: Pramono Anung dan Rano Karno Unggul dalam Penguasaan Panggung, Ridwan Kamil Dianggap Terlalu Konseptual

Tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur beradu gagasan terkait ‘Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)’ dan ‘Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global’ di Grand Ballroom JIExpo Convention Centre, Kemayoran, Jakarta Pusat

Tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur beradu gagasan terkait ‘Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)’ dan ‘Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global’ di Grand Ballroom JIExpo Convention Centre, Kemayoran, Jakarta Pusat

Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno Dinilai Berhasil dengan Program Konkret, Ridwan Kamil Tampil Kurang Semangat, Sementara Dharma-Kun Dikecam karena Sikap Emosional

Jakarta, suararepubliknews.com – Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 yang digelar pada Minggu malam (6/10) berlangsung penuh dinamika. Tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur beradu gagasan terkait ‘Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)’ dan ‘Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global’ di Grand Ballroom JIExpo Convention Centre, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ketiga pasangan calon yang berpartisipasi adalah Ridwan Kamil-Suswono (01), Dharma Pongrekun-Kun Wardhana Abyoto (02), dan Pramono Anung-Rano Karno (03).

Pramono Anung-Rano Karno Unggul dalam Penguasaan Panggung dan Gagasan Operasional

Dikutip dari laman media terpercaya, menurut pengamat politik, Emrus Sihombing, pasangan Pramono Anung-Rano Karno menjadi pemenang debat kali ini. Mereka tampil dengan program yang dinilai lebih rasional dan operasional, terutama dalam menghadapi permasalahan kemacetan di Jakarta. Salah satu program unggulan mereka adalah penyediaan transportasi umum gratis bagi warga Jakarta dan kota-kota penyangga, sehingga dapat mengurangi volume kendaraan pribadi yang masuk ke ibu kota.

“Secara keseluruhan, Pramono Anung dan Rano Karno tampil menguasai panggung dengan penuh semangat, menawarkan program yang jelas dan dapat diterapkan,” ujar Emrus saat diwawancarai pada Senin (7/10).

Ridwan Kamil-Suswono Dianggap Terlalu Konseptual dan Tidak Tepat dalam Pemilihan Istilah

Berbeda dengan Pramono-Rano, pasangan Ridwan Kamil-Suswono dianggap terlalu konseptual oleh Emrus. Mereka dikritik karena penggunaan istilah yang tidak tepat dalam debat. Ridwan Kamil, misalnya, menggunakan istilah “ideologi” saat membahas kemacetan di Jakarta, yang menurut Emrus tidak relevan dalam konteks pembahasan tersebut.

“Istilah ideologi itu bersifat filosofis, bukan untuk menyebutkan dua ide dalam perdebatan kebijakan,” kata Emrus.

Selain itu, Ridwan Kamil dinilai kurang bersemangat dalam penampilannya, yang mungkin terkait dengan spekulasi bahwa ia lebih tertarik pada Pilkada Jawa Barat daripada Pilkada Jakarta.

Dharma-Kun Dikecam karena Sikap Emosional dan Pernyataan Kontroversial Terkait Covid-19

Pasangan Dharma-Kun mendapat kritikan tajam karena sikap emosional selama debat. Mereka membuat pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19, dengan menyebutnya sebagai konspirasi. Emrus menilai bahwa jawaban Dharma-Kun tidak sesuai dengan fakta, mengingat pandemi telah menyebabkan lebih dari 500.000 kematian di Indonesia.

“Sikap emosional Dharma-Kun tidak membantu mereka dalam debat, terutama ketika mereka menanggapi pertanyaan terkait Covid-19 dengan teori konspirasi yang tidak berdasar,” jelas Emrus.

Rano Karno Tampil Memukau dengan Filosofi Budaya Betawi

Rano Karno mendapatkan pujian atas penampilannya yang memukau, terutama dalam membahas budaya Betawi. Rano menjelaskan bahwa budaya adalah hasil kombinasi dari pikiran (budi) dan kekuatan (daya), yang mencakup berbagai aspek kehidupan seperti seni, etika, hukum, dan adat istiadat.

“Penjelasan Rano Karno mengenai budaya jauh lebih tepat dan mendalam dibandingkan dua paslon lainnya yang hanya mengaitkan budaya dengan seni drama,” tambah Emrus.

Debat perdana Pilkada Jakarta 2024 ini memperlihatkan keunggulan pasangan Pramono Anung-Rano Karno dalam penguasaan materi dan program, sementara Ridwan Kamil-Suswono dinilai terlalu abstrak, dan Dharma-Kun tersandung oleh pernyataan kontroversial mereka.

Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Kombes Pol Retno Prihawati Terima Penghargaan Dari Kepala Kepolisian Filipina Atas Kontribusi Dalam Kerja Sama Hukum RI-Filipina
Polsek Depok Amankan Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Apotek Surabraja
RSDP Serang Raih Peringkat 1 JFK Award 2024 dari Menteri Kesehatan RI

Maluku

Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

Daerah

Hari Ke-5 TMMD 125 Kodim 1506/Namlea: Pembangunan Sumur Bor dan Tandon Air Bersih di Desa Kamanglale Mulai Menunjukkan Hasil

TNI/Polri

Kunjungi Kodim 0712/Tegal, Danrem 071/Wijayakusuma Tekankan Disiplin, Kesehatan, dan Keharmonisan Keluarga
Ketua Umum Faksi Lebak Ikut Bicara Terkait Putusan MK
Polemik Kegiatan Pelatihan Kepala Desa Se Kabupaten Lebak Kian Memanas.

Contact Us