Home / Tak Berkategori

Selasa, 26 November 2024 - 15:43 WIB

Ketua Bawaslu Humbahas Tegaskan Tidak Ada Ancaman Diskualifikasi untuk Paslon Nomor 3

Ketua Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Henri Wesly Pasaribu

Ketua Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Henri Wesly Pasaribu

Henri Wesly Pasaribu Klarifikasi Informasi yang Beredar Terkait Kasus Dugaan Money Politik

Humbahas, suararepubliknews.com – Ketua Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Henri Wesly Pasaribu, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan pasangan calon (Paslon) nomor 3, Dr. Oloan Paniaran Nababan SH MH – Junita Rebeka Marbun, terancam didiskualifikasi sebagai peserta Pilkada.

Pernyataan ini disampaikan Henri untuk meluruskan informasi yang beredar setelah konferensi pers di Kantor Bawaslu bersama Tim Centra Gakumdu pada Senin (25/11/2024) malam.

Tidak Ada Pernyataan Diskualifikasi

Henri menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, tidak satu pun pihak dari Bawaslu atau Centra Gakumdu menyebutkan Paslon nomor 3 terancam didiskualifikasi terkait kasus dugaan money politik yang saat ini sedang dalam penyidikan.

“Kami tidak pernah menyatakan adanya ancaman diskualifikasi. Proses penyidikan masih berlangsung, dan keputusan apa pun akan bergantung pada bukti-bukti yang ditemukan. Jadi informasi itu tidak benar,” ujar Henri kepada wartawan, Selasa (26/11/2024).

Dugaan Keterlibatan Belum Terbukti

Henri juga membantah tudingan bahwa pihaknya menyebut tiga tersangka yang berinisial RN, AP, dan RH sebagai bagian dari tim sukses Paslon nomor 3.

“Memang saat penggeledahan ditemukan gambar atau stiker Paslon nomor 3, tetapi itu belum cukup untuk memastikan apakah mereka benar-benar bagian dari tim sukses. Ini masih dalam tahap penyidikan dan perlu pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Henri, kasus ini masih membutuhkan proses panjang untuk memastikan keterkaitan para tersangka dengan dugaan money politik.

“Jika ada bukti kuat, maka akan ditindaklanjuti sesuai aturan. Tapi itu tidak langsung mengarah ke diskualifikasi. Ada tahapan dan prosedur yang harus diikuti,” tegasnya.

Berita Tidak Akurat

Henri juga mengungkapkan bahwa wartawan yang menyebarkan berita dengan judul provokatif “Oloan – Rebeka Didiskualifikasi, 3 Orang Diduga Timnya OTT Money Politik Ratusan Juta” tidak hadir dalam konferensi pers tersebut.

“Oknum wartawan berinisial CS yang menyebarkan berita itu tidak hadir di pertemuan kami. Jadi, keakuratan beritanya patut dipertanyakan,” imbuhnya.

Henri meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak valid dan mengedepankan verifikasi sebelum menyebarkannya.

Proses Masih Berjalan

Henri menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa proses penyidikan akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur hukum. Ia juga berharap masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan.

“Kami berkomitmen menjaga integritas Pilkada, dan segala keputusan nantinya akan diambil berdasarkan bukti yang valid,” pungkasnya.

Pewarta: Demak Siburian
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Pemuda Batak Bersatu DPD Sumut Laporkan Ratu Entok ke Polisi: Tegas Tolak Intoleransi dan Jaga Keberagaman Jelang Pilkada
Wakapolda Maluku Canangkan Aksi Keselamatan Jalan
Kerjasama PTPN 2 Sumut dan Ciputra Group: Masyarakat Mengeluh Kehilangan Hak atas Lahan Garapan

Jakarta

Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya
DPC PPDI Dumai Dilantik, Gelorakan Kemerdekaan Pers Dan Profesionalitas Wartawan

Tangerang Raya

Bukber DEWA KRESNA Bersama Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota Meriahkan Launching Rumah Makan Sop Mak Imah
Duta Besar Rusia: Trump Tidak akan Mampu Menyelesaikan Perang Rusia-Ukraina dalam Sehari
Soar Pito dan Soar Pa Mengecam Kapsodin  Dianggap Ingin Mengadu Domba Adat

Contact Us