KPU Buru Tegaskan Kapolres Hanya Bertugas Lindungi Logistik Pemilu
Buru, suararepubliknews.com – Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa dirinya membawa kotak suara dalam proses pergeseran logistik pemilu. Namun, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru, Walid Aziz, dengan tegas menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan sepenuhnya keliru.
Kronologi: Logistik Terganggu Massa
Pada Senin, 2 Desember 2024, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Waelata melaporkan bahwa pleno rekapitulasi suara di kecamatan tersebut telah selesai. PPK meminta KPU menyiapkan kendaraan untuk mengangkut logistik pemilu ke kantor KPU Buru. Namun, pada pukul 21.47 WIT, Ketua PPK mengabarkan bahwa massa telah menutup jalan di Desa Waelo, menghalangi pergeseran logistik.
Situasi ini mendorong Ketua KPU Buru, Walid Aziz, untuk segera berkoordinasi dengan Kapolres Buru demi memastikan keamanan kotak suara.
“Saya yang meminta tolong kepada Ibu Kapolres untuk pengamanan logistik. Saat itu massa sudah mulai memadati lokasi,” jelas Walid.
Massa Tuntut Perhitungan Ulang
Tumpukan massa di Desa Waelo menuntut agar hasil penghitungan suara di TPS 2 tidak dicantumkan dalam rekapitulasi tingkat kecamatan dan meminta PPK membuka kotak suara untuk menghitung ulang. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh PPK karena pleno telah selesai dan pembukaan kotak suara memiliki mekanisme tersendiri yang harus dipatuhi.
Pengamanan Ketat, Kapolres Hanya Bertugas
Untuk menjamin kelancaran pergeseran logistik, logistik akhirnya diangkut menggunakan kendaraan Polres Buru. Hal ini dilakukan setelah sopir kendaraan yang disediakan KPU merasa khawatir atas keamanan situasi di lapangan. Walid Aziz, bersama Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Bawaslu Buru, Epsus Kliong Tomhisa, serta Dandim 1506, turut menyaksikan langsung proses pengangkutan logistik tersebut.

AKBP Sulastri Sukidjang
“Ini keputusan bersama demi menjaga keamanan logistik pemilu. Saya yang meminta Ibu Kapolres untuk menggunakan truk milik Polres Buru. Tudingan bahwa Kapolres membawa kotak suara adalah tidak benar dan sangat disayangkan,” tegas Walid.
Komitmen Netralitas Aparat Keamanan
Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan netralitas dalam pelaksanaan pemilu. Keterlibatannya semata-mata bertujuan untuk memastikan proses demokrasi berjalan lancar dan adil.
Pewarta: Dhet
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










