Suararepubliknews.com, Tulungagung – Langit sore di Lapangan PGRI Tulungagung menjadi saksi atas peristiwa yang lebih dari sekadar seremonial. Rabu, 18 Juni 2025, penutupan Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi guru olahraga se-Kabupaten Tulungagung bukan hanya mengakhiri sebuah agenda, tetapi menandai kelahiran semangat baru dalam menjaga marwah kebangsaan, 19/06/2025’
Di bawah pembinaan Kodim 0807 Tulungagung, acara ini lebih dari sekadar pelatihan; ia menjadi ruang refleksi tentang makna kebangsaan yang tak hanya dititipkan pada pundak tentara, tetapi juga di setiap insan yang berjuang dalam profesinya. Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Kav Mohammad Nashir, dalam pidatonya, menekankan bahwa semangat bela negara adalah komitmen kolektif, bukan sekadar tugas militer.
“Ingatlah, tugas negara bukan hanya tugas militer. Setiap warga negara mempunyai peran masing-masing dalam menjaga keutuhan NKRI. Di mana pun saudara berada, semangat bela negara harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dalam nuansa yang sarat makna, beliau menyoroti bahwa pelatihan ini tidak boleh menjadi sekadar agenda yang berlalu. Nilai-nilai dasar seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan terhadap Pancasila, serta kerelaan berkorban demi bangsa dan negara harus diterjemahkan dalam tindakan nyata—baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sebagai simbol penutupan, suasana dipenuhi dengan rasa syukur dan kebanggaan. Para peserta Diklat, dengan penuh integritas dan kedisiplinan, telah membuktikan bahwa bela negara bukan sekadar jargon, tetapi amalan nyata yang mengakar pada karakter dan jiwa.
Ketika senja merayap di atas langit Tulungagung, pelatihan ini resmi ditutup—namun semangatnya tak boleh padam. Karena bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemimpin yang gagah berani, tetapi juga pendidik yang memahami bahwa karakter dan kecintaan terhadap negeri adalah tiang utama bagi generasi yang lebih kuat dan bermartabat.
Salam Bela Negara!










