Home / Banten

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:03 WIB

SKANDAL: Aroma Amis 300 Ton Timah Hitam di Lambung Kapal Rampasan Kejari Serang

SERANG, SRN  – Di balik seremoni administratif serah terima barang rampasan negara di Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, menyeruak aroma dugaan skandal besar. Sebuah kapal patah yang dilelang sebagai “besi tua” (metal scrap) disinyalir menyimpan harta karun tersembunyi: 300 ton timah hitam yang diduga kini menguap ke pasar gelap.
Transaksi 19 Miliar yang “Terparkir”?

Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 7 Januari 2025, Kejari Serang telah menyerahkan 1 lot metal scrap berbentuk bangkai kapal kepada pemenang lelang, Rositha Yulyanthi, S.E., melalui kuasanya Sani Karama.

Meski prosesi di atas kertas terlihat linear, sumber internal menyebutkan adanya kejanggalan pada aliran dana. Nilai lelang fantastis sebesar Rp19 Miliar dikabarkan belum menyentuh kas negara (PNBP), melainkan diduga masih mengendap di salah satu rekening bank swasta. Muncul pertanyaan besar: Mengapa dana hasil lelang aset negara tidak langsung disetorkan sesuai prosedur keuangan negara?

Harta Tersembunyi di Lambung Kapal

Misteri paling krusial muncul saat proses pemotongan bangkai kapal dimulai. Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan bahwa di dalam lambung kapal tersebut ditemukan muatan timah hitam seberat kurang lebih 300 ton.
Anehnya, keberadaan timah bernilai miliaran rupiah ini sama sekali tidak tercantum dalam daftar sitaan aparat penegak hukum (APH) maupun dalam risalah lelang nomor 1079/06.01/2024/-01 yang diterbitkan KPKNL Serang.

> “Ada dugaan kuat terjadi ‘penumpang gelap’ dalam transaksi lelang ini. Kapalnya dilelang sebagai besi rongsok, tapi isinya timah bernilai tinggi yang tidak dicatatkan. Ini potensi kerugian negara yang sangat besar,” ujar seorang sumber yang mengetahui jalannya pemotongan kapal.

Pejabat Penandatangan di Tengah Sorotan. Dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) tersebut secara resmi ditandatangani oleh dua pejabat teras Kejari Serang:

Baca Juga  Monitoring Tiga TPS, Bupati Tatu Tegaskan Kawal PSU Pilkada Kabupaten Serang Bermartabat

– Merryon Hariputra, S.H., M.H. (Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti)
– Aditya Nugroho, S.H., M.H. (Kasi Tindak Pidana Khusus)

Serta diketahui langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Serang, Dr. Lulus Mustofa, S.H., M.H. Meski dokumen mengklaim proses ini sebagai wujud transparansi, hilangnya jejak 300 ton timah dari catatan resmi menjadi tamparan keras bagi narasi akuntabilitas yang digaungkan.

Bungkamnya Pihak Berwenang
Hingga Selasa, 23 Desember 2025, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait menemui jalan buntu. Kabid Humas Polda Banten, Kasi Penkum Kejati Banten, hingga pihak ASDP Merak yang dimintai keterangan memilih tidak memberikan respons resmi.

Ketidakjelasan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ada “kekuatan besar” yang bermain di balik layar peredaran timah hitam tersebut ke pasar gelap. Publik kini menanti: Beranikah Jaksa Agung turun tangan membongkar isi lambung kapal yang mendadak “bersih” dari catatan negara ini? (Red)

Share :

Baca Juga

Banten

Pesta Rakyat Ngaruat Bumi: Merawat Jagat dengan Digdaya Seni dan Budaya

Banten

Bupati Serang Dorong DWP Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Pemberdayaan Ekonomi

Banten

Bidpropam Polda Banten Gelar Silaturahmi dan Santunan untuk Yatim Piatu dan Janda di Pulojajar

Banten

Proyek Pengaspalan Jalan di Kampung Sukacai Diduga Tidak Sesuai Aturan.

Banten

Peningkatan Kompetensi, 42 Guru PAI SMK Se-Kota Cilegon Ikut Pembinaan

Banten

Bupati Serang Ratu Zakiyah Sebut Negara Hadir saat Mensos Tekankan Pemutakhiran DTSEN

Banten

Rapat Paripurna Pandangan Fraksi atas Raperda Penyertaan Modal Banten dan Raperda RPJMD 2025 – 2029, Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: DPRD Provinsi Banten Pada Prinsip Setuju ke Pansus

Banten

SMPN 1 Wanasalam Tolak Menu Makan Bergizi Gratis karena Roti Diduga Kedaluwarsa

Contact Us