Home / Advertorial

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:36 WIB

Sambut HUT Kota Tangerang Ke-33: Dedikasi Kota Tangerang dalam Menghidupkan Aset Daerah

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Agus Andriansjah, SE, MM.,

TANGERANG, suararepubliknews.com – Di balik deretan gedung dan hamparan taman yang menghiasi Kota Tangerang, ada denyut nadi kehidupan warga yang bergantung padanya. Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, aset daerah bukanlah sekadar catatan di atas kertas atau barisan angka dalam laporan keuangan. Ia adalah warisan publik yang harus dijaga agar setiap lapisan masyarakat bisa menikmatinya dengan rasa aman dan nyaman.

Lebih dari sekadar administrasi. Menyambut HUT Kota Tangerang, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Agus Andriansjah, SE, MM., menekankan bahwa mengelola aset adalah cara pemerintah menjaga “rumah besar” bagi warganya. Langkah mempertegas transparansi ini bukan sekadar mengejar ketertiban hukum, melainkan janji bahwa setiap jengkal tanah milik daerah akan kembali fungsinya untuk kepentingan rakyat.

> “Aset itu wujud fisik dari kasih sayang pemerintah kepada warga. Ada taman tempat anak bermain, gedung sekolah tempat mimpi dirajut, hingga pusat kesehatan. Ketika transparansi ditegakkan, warga akan merasa lebih tenang karena tahu ruang publik mereka terlindungi,” ujar Agus Andriansjah, Sabtu (28/2/2026).

Jembatan Kepercayaan dan Kasih Sayang
Bagi Pemkot Tangerang, keterbukaan informasi adalah jembatan kepercayaan. Setiap rupiah pajak warga yang kini menjelma menjadi fasilitas umum harus dipertanggungjawabkan secara moral.

Upaya digitalisasi data dan percepatan sertifikasi yang tengah dilakukan bukan hanya demi mengejar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tetapi demi masa depan. Pemkot ingin memastikan bahwa anak cucu warga Tangerang di masa depan masih memiliki lahan untuk membangun ruang kreatif, sekolah, dan tempat berinteraksi tanpa harus kehilangan identitas kotanya.

Membangun budaya handarbeni (Rasa Memiliki). Melalui komitmen ini, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa handarbenisebuah kearifan lokal untuk ikut menjaga dan memiliki. Aset yang dikelola secara transparan akan lebih mudah diawasi bersama, menciptakan hubungan yang harmonis antara pengelola dan pengguna.

Baca Juga  Merajut Kebersamaan di Usia ke-33: Perayaan HUT Kota Tangerang di Kecamatan Larangan

“Kalau pengelolaannya jelas, kami sebagai warga juga semangat ikut menjaga. Kami ingin memastikan tidak ada sejengkal pun lahan publik yang hilang, karena itu adalah tempat kami bersosialisasi dan mencari nafkah,” ungkap salah satu warga dengan penuh harap.

Komitmen yang mengakar. Tantangan ke depan adalah konsistensi. Pemkot Tangerang sadar bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam semalam. Maka, komitmen transparansi ini harus terus dirawat bukan hanya untuk meredam isu, tetapi untuk memastikan bahwa setiap sudut kota ini tetap menjadi milik bersama. Sebab pada akhirnya, kota yang hebat bukanlah kota yang hanya memiliki gedung pencakar langit, melainkan kota yang dikelola dengan hati untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia di dalamnya. (ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sambut HUT ke 33 Tahun, 2.924 Warga Kota Tangerang Dapat BSU dari Pemkot

Advertorial

Kota Tangerang Jalani Verifikasi Adipura 2025, DLH Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Advertorial

Merajut Kebersamaan di Usia ke-33: Perayaan HUT Kota Tangerang di Kecamatan Larangan

Advertorial

Sanlat Ramadhan 1447 H, Dindik Kota Tangerang Dorong SD dan SMP Perkuat Karakter Siswa

Advertorial

“BNN-Pemkot Tangerang Satukan Langkah: Sinergi 1.000 Sekolah Wujudkan Harapan Besar: Anak Indonesia Bebas Narkoba”

Advertorial

Perkimtan Kota Tangerang Gelar Pembekalan Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Kerja 2025

Advertorial

Satu Tahun Sachrudin-Maryono: Menenun Kebersamaan, Mengakselerasi Perubahan di Kota Tangerang

Advertorial

Urus Adminduk Kini Lebih Nyaman: Kadis Dukcapil Kota Tangerang Ajak Warga Optimalkan Layanan Online “Sobat Dukcapil”

Contact Us