Home / Jakarta

Senin, 7 September 2026 - 07:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta: Gubernur Pramono Anung Imbau Warga Pakai Masker dan Menerapkan Protokol 5M

JAKARTA, SRN  — Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Siaga (Level III) dilaporkan mulai menjangkau wilayah DKI Jakarta. Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap dampak kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk menerapkan langkah perlindungan diri melalui protokol 5M, dengan penekanan utama pada penggunaan masker medis saat beraktivitas di luar ruangan demi mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan partikel abu halus.

“Warga diimbau untuk tidak panik, tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta menyaring setiap informasi yang beredar. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan,” tegas Pramono Anung, (6/9/26).

Pemerintah Daerah bersama instansi terkait terus memantau pergerakan arah angin dan intensitas sebaran abu vulkanik guna memastikan langkah antisipasi dan penanganan darurat berjalan cepat. Masyarakat diminta untuk selalu memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan Pemprov DKI Jakarta. (*)

Share :

Baca Juga

Hukum

KPK Resmi Hentikan Penyidikan Perkara Siman Bahar, Kusnadi, Budhi Sarwono, dan Indra Iskandar

Jakarta

Misteri Hilangnya Logo Bank Mandiri di Wisma Mandiri di Tengah Polemik Pembekuan Rekening Koordinator AMPB

Jakarta

Tinjau Terminal Purabaya, Kapolri ke Sopir Bus: Hati-Hati dan Jaga Keselamatan Pemudik

Jakarta

Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan

Jakarta

Mahasiswa Datang Usai Massa Buruh Pergi, Polisi Sebut Situasi Kondusif

Jakarta

Polisi Lanjutkan Penyelidikan Kasus Pemerasan, Septriana Tangkary Kembali Dijadwalkan Diperiksa

Jakarta

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penembakan Hansip di Cakung dalam Waktu 24 Jam

Jakarta

Jogetan DPR, Aktivis: Skandal Visual yang Membunuh Kredibilitas dan Menghukum di Ruang Publik Digital

Contact Us