Home / Headline / Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 08:21 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Terkait Dugaan Korupsi di ATR/BPN

JAKARTA, SRN – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memberikan tanggapan resmi mengenai isu dugaan korupsi yang menyeret lingkungan kementeriannya serta keputusannya untuk mundur dari kepengurusan Partai Golkar.

Saat ditemui awak media di Gedung DPR RI pada Senin (21/9/26), Nusron menegaskan bahwa pihak kementerian menghormati seluruh penanganan perkara yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kan sudah kami sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi, posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada,” tegas Nusron.

Mundur dari kepengurusan partai Golkar. Selain membahas kasus dugaan korupsi tersebut, Nusron turut menyinggung langkah politiknya yang memilih mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak, melainkan telah dibicarakan secara langsung bersama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Langkah penyegaran internal serta fokus pada tugas-tugas kementerian disebut-sebut menjadi pertimbangan utama di balik keputusan strategis ini. (**)

Share :

Baca Juga

Headline

Kemendagri Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT: Rp15 Juta bagi Ahli Waris dan Rp100 Juta untuk Desa

Hukum

Dugaan Korupsi Tata Kelola Migas Bekasi: Kejagung Geledah Sejumlah Kantor Dinas hingga Perusahaan Swasta

Hukum

Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sah

Hukum

Kejagung Ralat Pernyataan, Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka dalam Sprindik Baru

Hukum

Usut Tuntas Aliran Dana Restitusi Pajak Rp48,3 Miliar, KPK Periksa Mantan Petinggi PT Adaro Energy

Hukum

Kasus Korupsi Ekspor CPO Jilid II: Kejagung Limpahkan 11 Tersangka dan Sita Aset Rp696 Miliar

Hukum

Kejari Jakbar Sita Uang Rp 5,19 Miliar Terkait Kasus Korupsi Pembebasan Lahan

Hukum

Hakim Terjaring OTT di Depok: Runtuhnya Benteng Terakhir Keadilan

Contact Us