Home / Ragam

Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:33 WIB

AKSI EDUKATIF, TANTANGAN DAN KESETIAAN DALAM BERPROSES MEMBENTUK INDIVIDU BERKARAKTER EKOLOGI.

SusterVincentia SPM, Koordinator Laudato Si sektor Pendidikan dilatar belakang Sri Paus

Jakarta, Mei Suara Republik News (SRN), Dalam pengantarnya Paula Ruliyanti Puji Lestari, M.Pd sebagai moderator webinar ini, mengatakan sangatlah mulia mengemban tugas memelihara ciptaan melalui tindakan kecil Apa itu individu menjadikannya sebagai suatu gaya hidup ( LS. 211 ), tantangannya adalah kesetiaan dalam berproses. Sharing jenjang SMP bersama RD. Ferry Sutrisna Wijaya (Keynote Speaker ),

Nara sumber Sr Vinsentine,SPM, dari SMP Mater Dei Pamulang, Jakarta dan Irman Liling, SMP Don Bosco, Kota Sorong serta Martha Sawitri Handayani,SMP ST Maria Surabaya, yang bersharing pada Selasa 24 Mei 2022 yang lalu.Dalam sambutannya Suster Vincentia, HK Koordinator Laudato Si sektor Pendidikan,mengatakan bahwa kita bersyukur bahwa webinar ini berada pada minggu pekan Laudato Si dengan mengambil tema “Aksi edukatif ,tantangan dan kesetiaan dalam berproses membentuk individu berkarakter ekologi”. sr Vincentia mengutip ensiklik Bab 6 artikel (202) Pendidikan spiritualitas, banyak hal yang diarahkan Kembali, tapi terutama kata sr Vincentia manusia harus berubah . yang dibutuhkan adalah kata dia kesadaran akan hal rasa memiliki, sikap saling mengasihi dan bentuk kehidupan baru. Selamat berrefleksi dan selamat berwebinar tutup Vincentia, Keynote speaker (Romo Ferry Sutrisna Wijaya) merupakan lulusan (S3), Pendidikan Nilai dari Universitas Pendidikan Indonesia( UPI ) Bandung. Mengawali pengantarnya dengan dua pertanyaan, yaitu (1) Apa sesungguhnya tujuan pendidikan kita untuk

membentuk individu berkarakter Ekologi? (2) Apa sesungguhnya perjuangan Yayasan, pimpinan sekolah, guru-guru yang mempunyai panggilan Laudato SI ? pertanyaan berikutnya lanjut Ferry, (1) Apa itu individu berkarakter ekologi ? (2). Apa itu panggilan Laudato Si ? Romo Ferry Sutrisna Wijaya menjelaskan secara sederhana, bahwa individu berkarakter ekologi adalah individu yang mencintai Tuhan karenanya, mencintai dan bersedia merawat seluruh ciptaan Tuhan.(Kej1:28-29) Sedangkan Panggilan Laudato Si kata romo Fery adalah panggilan untuk merawat seluruh ciptaan Tuhan ( Kej 2 : 15), Pertanyaan yang harus dijawab semua peserta Webinar khususnya guru-guru Katolik: “ Apakah kita masih Katolik ?”(1). Bila kita tidak bersedia menjadi individu berkarakter ekologi : individu yang mencintai Tuhan dan karenanya , mencintai dan bersedia merawat seluruh ciptaannya.(2) Bila tidak bersedia ,menjawab panggilan Laudato Si : panggilan untuk merawat seluruh ciptaan Tuhan . Hanya itu yang saya antarkan. Laudato Si dalam action plan ada 7 platform kata romo Ferri yaitu (1)Untuk Penghematan energi bumi : penggunaan solar, panel,penghematan air, konsumsi pertanian, berkelanjutan.(2) Untuk orang miskin : Program layanan sosial untuk anak-anak yang miskin, lemah dan berkebutuhan khusus.(3) Ekonomi ekologis : konsumsi pertanian berkelanjutan (4) Gaya hidup: Mengurangi dan mengolah sampah,diet, nabati, meghindari barang sekali pakai.(5) Pendidikan ekologis: Mendorong kepemimpinan ekologis. ( 6) Spiritualitas ekologis :Katekes,Liturgi/retret ekologis, (7) Masyarakat berkelanjutan : mendorong rasa memiliki di komunitas lokal dan eko sistem lingkungan. Saya ingin mendengar sharing teman- teman nara sumber berbagi kebaikan yang telah dilakukan di sekolahnya masing-masing. Tutup Romo Ferry Sutrisna Wijaya. Nara sumber pertama dimulai dari Martha Sawitri Handayani,SMP ST Maria, Surabaya.

Baca Juga  Aksi Edukatif Laudato Si', Berbagi Praktik Baik di Jenjang KB/ TK” Selasa 26 April 20022

Martha Sawitri Handayani,Ka.SMP ST Maria, Surabaya Bersama KWI.

Marta Savitri merupakan alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun 1996 mengambil Jurusan Matematika mengajar di SMP Santa Maria Surabaya, diangkat menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum ( 2012 – 2018),Kemudian menjadi Kepala Sekolah SMP Santa Maria Surabaya dari tahun 2020 s.d Sekarang. Yang saya alami di sekolah kami, kata Martha,adalah kolaborasi antara kekuatan (Yayasan ), pengembang kurikulum diajak berbicara kalo dikemas dalam kurikulum, yayasan (atas) dan dari bawah guru-guru serta staf sekolah dapat diklik, sehingga spiritualitas sekolah makin kental.memang kalo dimulai dengan penyadaran bukan dengan pemaksaan, memang agak lama, untung ada romo Ferry kata Marta sehingga dapat menguatkan kami melalui segudang pengalaman hidup beliau baik sebagai imam maupun sebagai motivator dan edukator.
Nara sumber berikutnya adalah Sr Vincentine, SPM, SMP Mater Dei Pamulang, Jakarta Vincentine, S1.Fisipol Imu Administrasi Universitas Jember,S2, MM Community Entrepreneir Universitas Trisakti, masuk biara SPM kaul sementara 2005 dan kaul kekal 2012. Sedangkan pengalaman organisasi suster Vinsentine: jurnalis kongregasi SPM tahun 2005 – 2015, Penulis majalah rohani,Pengurus Majelis Pendidikan Katolik (MPK) KAJ tahun 2016 s.d sekarang,Fasilitator KOMKK-KAJ, dan Pembina bank sampah MD Bestari- Tangerang Selatan. Menurut sr. Vincentine,

SPM,di sekolah kami, ada Rool yang mengatur kegiatan-kegiatan yang bersifat memaksa dalam arti positif ujarnya, kami buat dan di implementasikan terhadap siswa dan orangtua tutupnya. Pembicara ke tiga adalah SMPDon Bosco kota Sorong yang di persentasikan oleh . Irman Liling, S.Pd guru SMP Don Bosco Sorong. Pertama-tama kata Irman mengawali sharingnya, adanya sosialisasi saat apel pagi , dan sosialisasi program pemilahan sampah organik dan anorganik . Namun lanjut Irman awalnya ada tantangan yaitu anak-anak belum sadar Pentingnya kebersihan dan pemilahan sampah yang memilikki nilai ekonomis, tetapi lama kelamaan lanjut Irman para siswa semakin sadar dan melakukan pengumpulan sampah dan memilahnya , hingga menyetor ke Bank sampah,dan akhirnya bank sampah secara periodik datang ke sekolah kami untuk mengambil sampah. Pada tahun 2021 ujar Irman, pemerintah memberi kelonggaran tatap muka terbatas dan Tetap patuhi 3 M( memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan), Sekolah kami juga mencoba-membuat Biopori. Irman Liling, S.Pd menutup Sharingnya Mengutip pesan mantan Gubernur Papua Barat “Kalo bukan sekarang kapan lagi, Kalo bukan kita Siapa lagi ? tutupnya (Ring-o)

Baca Juga  KISAH NYATA  SEORANG PENJUAL ROTI, DIBANTU SEORANG GURU DI REPUBLIK SUDAN.

Share :

Baca Juga

Ragam

MASA PERSIAPAN MENANTI GELOMBANG KE TIGA COVID-19(OMICRON)

Ragam

LSP Pers Indonesia Buka Pendaftaran SKW dan UKW

Ragam

LEMBAGA PENDIDIKAN KATOLIK

Ragam

INDONESIA MENJADI TUAN RUMAH PAGELARAN MISS GLOBAL 2022

Ragam

Implementasi Laudato Di Dalam Kurikulum Merdeka Belajar

Ragam

KELEBIHAN PRODUK ORGANIK BUAH DAN SAYURAN  MENURUT YEREMIAN ABATAN.( Disarikan : Chales Malelk,SP,M.Si)

Ragam

Dr.Terawan Dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)?

Ragam

Mengapa Hari Lingkungan Hidup Sedunia Diperingati Tanggal 5 Juni?

Contact Us