Suararepubliknews.com Tulungagung – Narkoba saat ini bukan lagi persoalan individu tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap ketahanan nasional dan masa depan generasi bangsa.
Perkembangan modus operandi peredaran narkoba semakin komplek dengan,Tulungagung 05/03/2026.
memanfaatkan kemajuan tehnologi digital,media sosial,hingga transaksi daring yang sulit dideteksi secara kasat mata.
Untuk mengantisipasi hal tersebut sekaligus sebagai bukti nyata peran pemerintah kabupaten tulungagung dalam menekan peredaran narkoba melalui bakesbangpol kabupaten tulungagung bekerjasama dengan BNN kabupaten tulungagung menggelar kegiatan peningkatan pemahaman Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi masyarakat Kamis (5/3/26).
Bertempat di Aula UBHI (Uneversitas Bhineka) lantai ll Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Tulungagung, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur Trantib, perwakilan PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung, serta sepuluh kepala desa dari desa yang diproyeksikan menjadi Desa Bersinar tahun 2026.
Dalam sambutannya agus prijanto utomo .S.E.menyatakan bahwa upaya P4GN tidak bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum saja,melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,termasuk pemerintah daerah,desa,lembaga pendidikan,organisasi kemasyarakatan dan keluarga.
‘Peran desa sangat penting dalam membangun sistem deteksi dini,penguatan ketahanan keluarga,serta pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif dan produktif termasuk sinergi antara pemerintah daerah ,badan narkotika nasional kabupaten tulungagung dan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tulungagung menjadi langkah konkret untuk memperkuat komitmen bersama’ujar kepala bakesbangpol
Lebih lanjut agus menjelaskan perlu langkah nyata agar program desa Bersinar (bersih narkoba) tidak hanya sebagai program administratif tetapi sebagai gerakan moral dan sosial.
‘Kita juga menghadapi tantangan bonus demografi,generasi muda yang seharusnya menjadi kekuatan pembangunan justru menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.jika tidak kita antisipasi secara serius,maka dampaknya bukan hanya pada kesehatan individu,tetapi juga pada stabillitas sosial,produktivitas ekonomi,dan ketahanan keluarga’ujar agus prijanto utomo
Beliau juga berharap melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memperoleh pemahaman tetapi juga menjadi agen perubahan dilingkungan masing masing
‘Sampaikan kembali informasi yang diperoleh hari ini kepada keluarga ,tetangga dan masyarakat didesa untuk membangun kepedulian kolektif serta jangan ragu untuk lapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba karena pencegahan lebih baik daripada penindakan.’ujarnya
Sementara itu, Kepala BNNK Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwono, memaparkan bahwa melalui program ini, BNN akan bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam melakukan berbagai upaya pencegahan, edukasi, serta penanggulangan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.
‘Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif serta mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tulungagung.’jelas kepala bnn.. . Yl/Kbt










