Tulungagung, suararepubliknews.com – Pemerintah Desa Tanggunggunung menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Rabu (31/07) sebagai sarana bersih desa sekaligus menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79. Acara ini berlangsung dengan sangat meriah dan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tidak hanya warga desa Tanggunggunung, banyak juga yang datang dari luar wilayah desa dan kecamatan.
Kehadiran Tamu Undangan
Acara ini turut dihadiri oleh para tamu undangan seperti anggota DPRD Tulungagung dapil tiga fraksi Golkar, Andri Santoso,

Pemerintah Desa Tanggunggunung menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Rabu (31/07) sebagai sarana bersih desa sekaligus menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79
Muspika Kecamatan Tanggunggunung, Babinsa, Bhabinkamtibmas desa Tanggunggunung, kepala desa se-Kecamatan Tanggunggunung beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Lakon ‘Sirnane Angkoro Murko’
Suasana semakin riang gembira dengan penampilan wayang kulit yang membawakan lakon ‘Sirnane Angkoro Murko’ yang berarti Musnahnya Angkara Murka. Menurut Mbah Mukiyat, salah satu sesepuh di Desa Tanggunggunung, lakon tersebut memiliki makna yang dalam.
Makna dan Harapan dari Pagelaran
“Lakon pagelaran wayang kulit yang diambil saat bersih desa Tanggunggunung malam ini sangat bagus. Selain mengharapkan keberkahan kepada Sang Pencipta agar masyarakat Tanggunggunung dijauhkan dari marabahaya dan penyakit, lakon ini juga melambangkan kemakmuran serta ketentraman. ‘Sirnane Angkoro Murko’ berarti lenyapnya segala yang bersifat murka, tinggal kebaikan-kebaikan yang mendatang. Tradisi seperti ini patut dilestarikan karena merupakan budaya yang luhur,” jelas Mbah Mukiyat. (Yps/Kbt)










