Home / Tak Berkategori

Kamis, 12 Desember 2024 - 09:22 WIB

Demo Jilid 2 PGSB dan Warga Gunung Sugih Panas: CSR Asahimas Dipertanyakan

Pengusaha Gunung Sugih Bersama (PGSB) dan masyarakat Gunung Sugih kembali menggelar aksi demonstrasi jilid kedua di depan PT Asahimas, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Rabu (11/12/2024)

Pengusaha Gunung Sugih Bersama (PGSB) dan masyarakat Gunung Sugih kembali menggelar aksi demonstrasi jilid kedua di depan PT Asahimas, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Rabu (11/12/2024)

Pengelolaan CSR PT Asahimas menuai kritik tajam. Warga dan pengusaha lokal tuntut keadilan dan transparansi

Cilegon, suararepubliknews.com – Pengusaha Gunung Sugih Bersama (PGSB) dan masyarakat Gunung Sugih kembali menggelar aksi demonstrasi jilid kedua di depan PT Asahimas, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Rabu (11/12/2024). Aksi ini diwarnai pembakaran ban dan dorongan pagar di gerbang utama pabrik, menyusul kegagalan massa bertemu dengan pihak manajemen perusahaan.

Marto, Koordinator Lapangan (Korlap) PGSB, menegaskan aksi ini dilakukan karena tuntutan mereka terkait pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Asahimas belum terpenuhi.

Tuntutan Kuat atas Pengelolaan CSR

Marto menyatakan bahwa pengelolaan CSR PT Asahimas tidak berdampak nyata bagi masyarakat terdampak di Gunung Sugih.

“Sepengetahuan saya, CSR dari Asahimas itu nol besar. Semua hanya formalitas, seperti acara ulang tahun setahun sekali,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengusaha lokal hanya diberikan ruang yang sangat minim dalam pengelolaan proyek-proyek besar yang melibatkan Asahimas, seperti pengangkutan batu bara, garam, urea, dan kapur. Dari 60 perusahaan mitra, porsi untuk pengusaha lokal hanya sekitar 0,3%.

“Pengusaha lokal seharusnya bisa berkolaborasi lebih luas. Kami hanya ingin diberi kesempatan untuk berkembang,” tambah Marto.

Polusi Udara dan Dampak Lingkungan Jadi Sorotan

Selain masalah CSR, warga juga menyuarakan kekhawatiran atas dampak polusi udara yang berasal dari limbah dan aktivitas pabrik.

“Bau kimia yang dihasilkan sangat mengganggu, dan limbah batu bara mencemari udara yang langsung berdampak pada kesehatan warga,” ujar salah satu demonstran.

Aksi Panas, Jalan Buntu

Aksi jilid kedua ini kembali menemui jalan buntu setelah pihak PT Asahimas tidak memberikan ruang untuk mediasi. Namun, Marto menegaskan bahwa PGSB dan masyarakat tidak akan menyerah.

“Jika tidak ada ruang negosiasi, kami akan menggelar aksi lebih besar lagi, baik di darat maupun laut. Kami siap mengepung seluruh pintu PT Asahimas,” tegasnya.

Aksi damai ini mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap perusahaan besar yang dinilai kurang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pewarta: Holid & Duloh & Yani
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Amerika di Ujung Ketidakpastian: 80% Warga Khawatir Akan Pecahnya Perang Dunia III

Tangerang Raya

Pemasangan Tiang Tower PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia Diduga Tak Berizin
Pesawat Hercules A-1331 Jajaran Koopsud II Bawa Bantuan Kemanusiaan Pemerintah RI Untuk Korban Gempa Myanmar
SMA Negri 2. Buru Rayakan Ulang Tahun  ke 31,Dan Sekaligus Pelantikan Pengurus OSIS 
DPRD Kota Cimahi Gelar Sidang Paripurna Bahas Penetapan Propemperda Tahun 2025

Maluku

Hadiri Peringatan Hardiknas di Ambon, Kapolda Maluku Dukung Penguatan Pendidikan untuk Generasi Indonesia Unggul

Tangerang Raya

Apresiasi Warga Karang Anyar,Sambut Baik Langkah Pemerintah Desa,dengan di Hotmix nya jalan Desa.

Banten

Polres Lebak Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Tanpa Izin Edar, Satu Orang Ditangkap

Contact Us